Ikuti Kami
kabarmalam.com

Kedok ‘Allah Kedua’ di Magetan: Mengupas Manipulasi Emosi di Balik Aksi Bejat Dukun Cabul

Wahid | kabarmalam.com
Minggu, 05 Apr 2026 05:12 WIB
Kedok 'Allah Kedua' di Magetan: Mengupas Manipulasi Emosi di Balik Aksi Bejat Dukun Cabul

Kabarmalam.com — Tabir gelap praktik pengobatan spiritual kembali terkuak di Magetan, Jawa Timur, menyisakan trauma mendalam bagi para korbannya. Seorang pria berinisial KS, yang mengaku sebagai praktisi pengobatan alternatif, nekat melancarkan aksi bejatnya dengan menggunakan narasi ketuhanan yang sangat provokatif. Tidak tanggung-tanggung, tersangka mengklaim dirinya sebagai ‘Allah Kedua’ demi menjerat korban dalam jaring manipulasi yang ia tenun dengan rapi.

Kronologi Jeratan Tipu Daya Berkedok Kesembuhan

Kisah pilu ini bermula pada awal tahun 2023, saat seorang pria berinisial LS (43) berjuang melawan penyakit stroke yang dideritanya. Berharap mendapatkan keajaiban, sang istri kemudian diperkenalkan kepada KS melalui rekomendasi tetangganya. Di titik inilah, keputusasaan keluarga tersebut dimanfaatkan secara keji oleh tersangka yang memasang citra sebagai ‘orang pintar’ dalam kasus pencabulan yang kini ditangani pihak berwajib.

Baca Juga  Libur Imlek 2026 Berdekatan Ramadan, Menpar Widiyanti Ungkap Peluang Emas Ini!

Untuk memuluskan niat jahatnya, KS menggunakan doktrin agama yang menyimpang. Ia menyebut dirinya bukan sekadar perantara, melainkan ‘Utusan Allah’ bahkan ‘Allah Kedua’ yang memegang kunci kesembuhan bagi sang suami. Namun, kesembuhan itu tidak datang cuma-cuma. Ada syarat irasional yang harus dipenuhi oleh istri korban: menyerahkan kehormatannya dalam hubungan badan serta mengirimkan foto-foto tanpa busana.

Ancaman ‘Hamil Gaib’ dan Tekanan Psikologis

Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, mengungkapkan bahwa tersangka tidak hanya mengandalkan rayuan, tetapi juga tekanan mental yang berat. Jika korban menolak permintaannya, KS mengancam korban akan mengalami ‘hamil gaib’ atau musibah spiritual lainnya. Ancaman-ancaman semacam ini sering kali efektif melumpuhkan logika seseorang yang sedang berada dalam kondisi emosional yang rapuh.

Baca Juga  Jangan Asal Panaskan! Ini Cara Aman Olahan Santan Sisa Lebaran Biar Tetap Sehat

“Berdasarkan keterangan yang kami himpun, tindakan asusila tersebut telah terjadi lebih dari lima kali sejak awal tahun 2023,” ujar Erik. Kasus yang melibatkan dukun cabul ini kini menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap praktik-praktik pengobatan yang tidak masuk akal.

Memahami Anatomi Manipulasi: Mengapa Korban Terjerat?

Mengapa seseorang bisa begitu mudah percaya pada narasi yang tidak logis? Psikolog Klinis Veronica Adesla, M.Psi, menjelaskan bahwa fenomena ini berkaitan erat dengan manipulasi emosi sistematis. Para predator biasanya mengikuti pola tertentu dalam menjerat mangsanya:

  • Targeting: Pelaku memilih individu yang berada dalam kondisi rentan, misalnya mereka yang sedang sakit atau tertimpa musibah besar.
  • Pendekatan Empati Palsu: Setelah target ditentukan, pelaku akan berpura-pura menjadi pendengar yang baik dan sosok penolong yang penuh pengertian.
  • Pengumpulan Informasi: Pelaku akan menggali rahasia pribadi korban untuk dijadikan senjata di kemudian hari.
  • Fase Ancaman: Begitu kepercayaan terbangun, pelaku mulai memunculkan ancaman untuk memastikan korban tetap patuh dan tidak berani melapor.
Baca Juga  Insiden Keracunan Massal MBG di Jakarta Timur: 72 Siswa Tumbang, Operasional Dapur SPPG Resmi Dihentikan

Penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa kesehatan mental dan fisik tidak seharusnya dikompromikan dengan metode yang merendahkan martabat manusia. Jika Anda atau kerabat mengalami tekanan serupa, segera cari bantuan profesional atau laporkan kepada pihak berwajib agar terhindar dari jeratan predator seksual yang berkedok agama maupun spiritualitas.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid