Canggih! Kini Kesehatan Pencernaan Anak Bisa Dipantau Lewat Foto Feses Berbasis AI
Minggu, 05 Apr 2026 06:22 WIB
Kabarmalam.com — Menjaga tumbuh kembang buah hati sering kali membuat orang tua harus ekstra jeli dalam memperhatikan segala aspek, termasuk hal yang kerap dianggap tabu seperti kondisi kotoran atau feses. Memahami keresahan tersebut, sebuah terobosan teknologi kini hadir untuk membantu para orang tua memantau kesehatan saluran cerna anak secara lebih praktis dan akurat melalui sentuhan kecerdasan buatan.
Pencernaan: Gerbang Utama Nutrisi Anak
Dalam sebuah diskusi mendalam di Jakarta baru-baru ini, dokter spesialis anak konsultan gastrohepatologi, dr. Frieda Handayani Kawanto, SpA, mengungkapkan bahwa sistem pencernaan adalah fondasi paling dasar bagi kesehatan anak. Ia mengibaratkan saluran cerna sebagai “pintu masuk” utama bagi seluruh nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
“Jika saluran cerna dari mulut hingga usus berada dalam kondisi prima, maka proses penyerapan nutrisi akan berjalan maksimal. Namun, jika terjadi gangguan pencernaan, nutrisi tersebut tidak akan terserap sempurna, yang pada akhirnya menghambat kenaikan berat badan dan perkembangan fisik anak,” jelas dr. Frieda.
Ia juga menambahkan bahwa indikasi kesehatan anak sering kali tercermin dari apa yang dibuangnya. Perubahan warna, bentuk, hingga frekuensi Buang Air Besar (BAB) merupakan sinyal awal yang dikirimkan tubuh. Anak yang memiliki pencernaan sehat cenderung lebih aktif, ceria, dan tidak mudah rewel karena merasa nyaman dengan kondisi tubuhnya.
Mengenal AI Poop Tracker: Solusi Digital untuk Orang Tua
Menyadari pentingnya deteksi dini tersebut, platform Bebejourney dari Bebeclub resmi memperkenalkan fitur inovatif bernama AI Poop Tracker. Menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI), fitur ini memungkinkan para orang tua untuk melakukan skrining kesehatan pencernaan hanya dengan memotret feses anak.
Rakhmania Pitaloka, Marketing Manager Consumer Value Journey & CRM Nutricia, menjelaskan bahwa fitur ini lahir dari fenomena banyaknya orang tua yang mencari informasi kesehatan secara mandiri di internet namun sering terjebak pada sumber yang tidak valid. “Kami menyediakan alat yang telah diverifikasi oleh para ahli, sehingga orang tua mendapatkan edukasi yang benar dan mudah dipahami dalam satu aplikasi,” ungkapnya.
Kaitan Mikrobiota Usus dan Psikologis Orang Tua
Kesehatan pencernaan bukan hanya soal perut, tetapi juga berkaitan erat dengan sistem imun dan perkembangan otak melalui peran mikrobiota usus. Keseimbangan bakteri baik di dalam usus perlu dijaga sejak dini melalui pemberian ASI serta asupan serat dan prebiotik yang cukup.
Di sisi lain, Dr. Ray Wagiu Basrowi selaku Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia menyoroti dampak psikologis yang dialami orang tua. Masalah pencernaan seperti sembelit atau diare berkepanjangan sering kali menjadi sumber stres utama di lingkungan rumah tangga.
“Banyak orang tua yang hanya fokus agar anak pintar, tetapi lupa bahwa kecerdasan itu berawal dari pencernaan yang sehat. Masalah pencernaan anak yang tidak tertangani dengan baik bisa meningkatkan level kecemasan pada orang tua,” ujar Dr. Ray.
Edukasi, Bukan Pengganti Diagnosa Medis
Meski kehadiran AI Poop Tracker memberikan kemudahan akses informasi, para ahli menekankan bahwa teknologi ini hanyalah alat skrining awal. Hasil analisis dari aplikasi tidak bertujuan untuk menggantikan diagnosa formal dari tenaga medis profesional.
Para orang tua tetap diimbau untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika menemukan kejanggalan yang signifikan pada kondisi kesehatan anak. Kehadiran teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan kepekaan orang tua dalam mengenali gejala gangguan kesehatan sejak dini, sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih kompleks di masa depan.