Gak Bisa Dipalsu! Pratama Arhan Bakal Kantongi Ijazah ‘Sakti’ Berbasis Blockchain
Jumat, 03 Apr 2026 12:57 WIB
Kabarmalam.com – Bintang Timnas Indonesia, Pratama Arhan, kembali mencatatkan prestasi membanggakan di luar lapangan hijau. Pemain andalan skuad Garuda ini resmi menyelesaikan studi sarjananya di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang dan terpilih menjadi salah satu lulusan perdana yang akan menerima ijazah berbasis teknologi blockchain yang anti-palsu.
Ijazah Canggih dengan Keamanan Tingkat Tinggi
Langkah revolusioner ini diambil Udinus untuk menghadapi tantangan era digital. Rektor Udinus, Prof. Pulung Nurtantio Andono, menjelaskan bahwa ijazah milik Arhan tidak hanya berbentuk fisik, tetapi memiliki rekam jejak digital yang transparan dan tidak dapat dimanipulasi.
“Sistem ini menjawab tantangan era digital, di mana risiko pemalsuan dokumen semakin tinggi,” ujar Prof. Pulung. Melalui teknologi blockchain, keaslian dokumen kelulusan Arhan akan terjamin secara internasional berkat kerja sama dengan Dubai Blockchain Center dan Indonesia Blockchain Center (IBC).
Tetap Tegang Hadapi Dosen Penguji
Meskipun terbiasa menghadapi lawan tangguh di lapangan, Arhan mengaku sempat merasa gugup saat harus memaparkan hasil penelitiannya di depan tim penguji. Dalam skripsinya, ia membedah strategi pemasaran media sosial dan peran brand ambassador pada produk sepatu sepak bola.
“Sebelum mulai sempat deg-degan, tapi sekarang sudah selesai dan saya sangat senang, lega banget rasanya. Harapannya bisa wisuda tahun ini,” ungkap Arhan usai dinyatakan lulus sidang dengan revisi.
Siap Lanjut S2 di Bidang Komunikasi
Dedikasi Arhan terhadap pendidikan patut diacungi jempol. Di tengah kesibukannya sebagai pemain profesional di luar negeri, ia sudah merencanakan untuk mengambil beasiswa S2 Ilmu Komunikasi di Udinus. Rektor Udinus pun memberikan dukungan penuh dan berharap kesuksesan Arhan dapat menjadi inspirasi bagi atlet lain di tanah air.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa karier profesional di dunia olahraga dan prestasi akademik bisa berjalan beriringan jika dikelola dengan kegigihan yang kuat.