Trump Klaim Maduro Ditangkap, Spanyol Langsung Bereaksi Keras: Jangan Langgar Hukum!
Selasa, 31 Mar 2026 17:39 WIB
Kabarmalam.com – Situasi politik di Venezuela kian memanas setelah adanya klaim sepihak dari Amerika Serikat. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mendukung segala bentuk intervensi eksternal di Venezuela yang dinilai melanggar hukum internasional dan berisiko memicu ketegangan regional yang lebih luas.
Sanchez secara terbuka menyatakan bahwa meskipun Spanyol belum mengakui rezim Presiden Nicolas Maduro, tindakan militerisme dan intervensi ilegal bukanlah jalan keluar yang dibenarkan. “Kami menentang setiap intervensi yang melanggar hukum internasional dan mendorong kawasan ini menuju ketidakpastian,” ujar Sanchez melalui platform X pada Sabtu.
Sikap Spanyol Terhadap Klaim Serangan AS
Pernyataan tegas Spanyol ini muncul sebagai respons atas klaim mengejutkan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa AS telah melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela. Ia bahkan mengeklaim bahwa Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap dan dibawa keluar dari negara tersebut.
Berbagai laporan media internasional juga menyebutkan adanya rentetan ledakan di ibu kota Caracas. Sejumlah sumber bahkan mengklaim bahwa operasi militer tersebut melibatkan unit elite Delta Force milik Amerika Serikat.
Desakan Dialog dan Kepatuhan pada Piagam PBB
Di tengah situasi yang mencekam, PM Sanchez mendesak semua pihak untuk tetap mengedepankan kepentingan rakyat Venezuela di atas segalanya. Ia menyerukan agar seluruh aktor internasional menghormati prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menangani krisis tersebut.
Spanyol berharap adanya proses transisi yang adil dan damai melalui jalur dialog, guna menghindari pertumpahan darah dan ketidakstabilan militer di wilayah Amerika Latin.