Laba Bank Jatim Tembus Rp1,54 Triliun, Ini Rahasia di Balik Lonjakan Cuan 2025!
Selasa, 31 Mar 2026 14:51 WIB
Kabarmalam.com – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) atau Bank Jatim sukses mencatatkan prestasi gemilang sepanjang tahun 2025. Bank kebanggaan masyarakat Jawa Timur ini berhasil membukukan laba bersih senilai Rp1,54 triliun, tumbuh signifikan sebesar 20,65 persen secara year on year (yoy) dibandingkan capaian tahun 2024.
Pertumbuhan Kredit dan Dana Murah yang Solid
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menyatakan bahwa pencapaian ini didorong oleh strategi intermediasi yang kuat. Perseroan mencatatkan penyaluran kredit total senilai Rp67,24 triliun pada 2025, yang terbagi dalam kredit konsumer sebesar Rp36,54 triliun dan kredit produktif senilai Rp30,7 triliun.
Fokus utama perseroan di tahun ini adalah memperkuat penetrasi dana murah. Melalui pendekatan transaction banking berbasis ekosistem, Bank Jatim berhasil meningkatkan jumlah nasabah Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga mencapai lebih dari 10,9 juta nasabah.
Digitalisasi Jadi Mesin Pertumbuhan
Sektor digital juga menunjukkan performa luar biasa. Berikut adalah beberapa pencapaian digital Bank Jatim sepanjang 2025:
- Transaksi QRIS meroket 47,25% dengan nilai mencapai Rp3,94 triliun.
- User JConnect IB Corporate tumbuh menjadi 11.199 pengguna dengan nilai transaksi Rp23,36 triliun.
- Jaringan AGEN JATIM kini mencapai 14.842 agen untuk memperluas akses layanan daerah.
Strategi Menuju BPD Nomor 1 di Indonesia
Dengan total aset yang melesat 42,93 persen menjadi Rp168,85 triliun, Bank Jatim semakin optimistis menatap masa depan. Winardi menegaskan bahwa pihaknya tengah menjalankan lima pilar transformasi utama untuk meraih visi menjadi BPD nomor satu di Indonesia.
Transformasi tersebut mencakup penguatan tata kelola dan manajemen risiko, optimalisasi bisnis berbasis ekosistem, peningkatan kompetensi SDM, penguatan teknologi informasi, serta sinergi dalam Kelompok Usaha Bank (KUB). Langkah ini diharapkan dapat terus menjaga kualitas aset dan meningkatkan kontribusi bank terhadap perekonomian nasional.