Gila! Pendapatan DCI Indonesia Tembus Rp2,5 Triliun, Melejit 40 Persen Berkat Senjata Baru
Selasa, 31 Mar 2026 15:21 WIB
Kabarmalam.com – PT DCI Indonesia Tbk (DCII) kembali menunjukkan taringnya sebagai pemimpin pasar pusat data di tanah air. Emiten raksasa ini sukses membukukan pendapatan sebesar Rp2,5 triliun sepanjang tahun 2025, sebuah angka fantastis yang mencerminkan pertumbuhan sebesar 40,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp1,8 triliun.
JK6 Jadi Mesin Pencetak Cuan Utama
Lonjakan pendapatan yang signifikan ini ternyata didorong oleh kontribusi maksimal dari operasional gedung pusat data terbaru mereka, JK6. Direktur Keuangan DCI, Evelyn, menjelaskan bahwa kesuksesan ini merupakan buah dari disiplin perseroan dalam memperluas skala operasional secara berkelanjutan.
“Peningkatan pendapatan ini merefleksikan kontribusi dari gedung pusat data JK6 yang mulai beroperasi penuh di tahun 2025, serta didukung oleh ekspansi bisnis yang kuat dari pelanggan lama maupun baru,” ujar Evelyn dalam paparan publik di Jakarta.
Laba Bersih Ikut Meroket
Tak hanya pendapatan, performa keuangan DCII juga terlihat sangat sehat dari sisi profitabilitas. EBITDA perseroan tercatat tumbuh 31 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp1,5 triliun. Lebih mengesankan lagi, laba bersih perusahaan turut terkerek naik sebesar 25,7 persen menjadi Rp1 triliun pada periode yang sama.
Dalam lima tahun terakhir, DCI terus konsisten mempertahankan posisinya sebagai market leader. Sejak tahun 2021, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) untuk pendapatan mencapai 30,7 persen, sementara laba bersih tumbuh rata-rata hingga 40 persen per tahun.
Siapkan Ekspansi Besar untuk Pusat Data AI
Melihat tren industri yang terus berkembang, DCI tidak lantas berpuas diri. Hingga saat ini, realisasi belanja modal (capex) untuk tahun 2026 masih berjalan sesuai rencana, dengan fokus utama pada penambahan kapasitas pusat data demi memenuhi permintaan pasar yang kian haus akan ruang digital.
Perseroan juga dikabarkan tengah bersiap membangun infrastruktur pusat data berbasis Kecerdasan Buatan (AI) untuk memperkuat ekosistem teknologi di Indonesia. Dengan total aset yang kini mencapai Rp6,6 triliun, DCI optimistis dapat terus mendominasi pasar infrastruktur digital di masa depan.