AS ‘Sikat’ Venezuela, Donald Trump Klaim Kuba Bakal Segera Runtuh!
Selasa, 31 Mar 2026 16:45 WIB
Kabarmalam.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan pernyataan mengejutkan terkait masa depan Kuba pasca operasi militer AS di Venezuela. Trump secara blak-blakan mengklaim bahwa Kuba tidak akan mampu bertahan hidup tanpa pasokan minyak mentah yang selama ini mengalir deras dari negara tetangganya tersebut.
Kuba Terancam Lumpuh Total Tanpa Minyak
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Fox News, Trump menyebut bahwa selama ini terjadi simbiosis yang kuat antara kedua negara tersebut. Kuba bergantung sepenuhnya pada Venezuela untuk urusan finansial dan pasokan energi, sementara Venezuela mendapatkan perlindungan keamanan dari Kuba. Namun, Trump menegaskan bahwa hubungan tersebut kini telah berakhir seiring dengan intervensi Amerika Serikat.
“Kuba sepenuhnya bergantung pada Venezuela, baik secara finansial maupun dalam hal minyak. Tanpa itu, mereka tidak akan bisa bertahan,” ujar Trump menanggapi pertanyaan mengenai nasib negara tersebut di tengah krisis energi yang mengancam.
Rencana Besar AS di Sektor Energi Venezuela
Lebih lanjut, Trump mengungkapkan bahwa Amerika Serikat saat ini menerima pasokan minyak Venezuela dengan nilai yang fantastis, mencapai 4 miliar dolar AS atau sekitar Rp67,4 triliun hanya dalam kurun waktu satu hari. Ia berencana mengundang berbagai perusahaan minyak raksasa dunia untuk masuk dan membangun kembali sektor energi di Venezuela.
Langkah ini diklaim akan memberikan keuntungan besar bagi semua pihak, termasuk rakyat Venezuela yang sedang dalam masa transisi pemerintahan. Trump menjanjikan bahwa minyak yang diambil akan dijual dengan harga pasar yang kompetitif.
Penangkapan Nicolas Maduro dan Gejolak Politik
Situasi memanas ini merupakan buntut dari operasi besar-besaran militer AS yang berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores. Keduanya telah dibawa ke New York untuk menghadapi pengadilan atas tuduhan keterlibatan dalam jaringan narkoterorisme internasional.
Pasca penangkapan tersebut, Mahkamah Agung Venezuela telah menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara. Di sisi lain, otoritas di Caracas terus mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar pertemuan darurat terkait aksi sepihak Amerika Serikat di wilayah mereka.