Venezuela Memanas! Spanyol Tegas Tolak Intervensi Militer Usai Trump Klaim Maduro Ditangkap
Senin, 30 Mar 2026 07:11 WIB
Kabarmalam.com – Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menyatakan sikap tegas bahwa negaranya tidak akan mendukung segala bentuk intervensi eksternal di Venezuela yang melanggar hukum internasional. Sanchez memperingatkan bahwa tindakan militer semacam itu berisiko tinggi memicu ketegangan regional yang lebih luas dan berbahaya.
Sikap Tegas Pedro Sanchez di Tengah Krisis
Meskipun Spanyol secara resmi tidak mengakui rezim Presiden Nicolas Maduro, Sanchez menegaskan bahwa negaranya tetap menolak keras campur tangan asing yang mengabaikan kedaulatan hukum. Melalui pernyataannya di platform X, ia menyerukan agar semua pihak menghindari jalan kekerasan dan militerisme.
“Spanyol belum mengakui rezim Maduro. Namun, kami menentang setiap intervensi yang melanggar hukum internasional dan mendorong kawasan ini menuju ketidakpastian dan militerisme,” tegas Sanchez.
Mendorong Dialog dan Kedaulatan Rakyat
Pemimpin Spanyol tersebut mendesak semua aktor internasional maupun domestik untuk lebih mengutamakan kepentingan rakyat Venezuela di atas segalanya. Ia menekankan pentingnya menghormati prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna membangun proses transisi yang adil dan berbasis dialog damai.
Klaim Amerika Serikat Terkait Penangkapan Maduro
Ketegangan ini memuncak setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa pihaknya telah melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela. Dalam klaim yang mengejutkan dunia, Trump menyatakan bahwa Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap dan dibawa keluar dari wilayah Venezuela.
Sejumlah laporan media internasional juga mengonfirmasi adanya rentetan ledakan di ibu kota Caracas. Operasi militer tersebut diklaim melibatkan anggota unit elite militer AS, Delta Force. Hingga saat ini, situasi di Venezuela masih sangat cair dan menjadi perhatian utama komunitas global.