Ikuti Kami
kabarmalam.com

Tanpa Gelar di Tur Eropa, PBSI Bongkar Kondisi Mengejutkan Atlet Indonesia!

Jurnal | kabarmalam.com
Senin, 30 Mar 2026 23:42 WIB
Tanpa Gelar di Tur Eropa, PBSI Bongkar Kondisi Mengejutkan Atlet Indonesia!

Kabarmalam.com – Meskipun pulang tanpa membawa trofi juara dari rangkaian Tur Eropa 2026, Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap performa para atletnya. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa daya saing para pebulu tangkis Tanah Air justru mengalami peningkatan yang signifikan.

Rangkaian Tur Eropa yang mencakup German Open, All England, Swiss Open, hingga Orleans Masters menjadi panggung bagi para pemain muda Indonesia untuk mengasah mental di level elite dunia. Eng Hian menyebut, meski target juara belum tercapai, progres yang ditunjukkan di lapangan sangat positif.

Progres Menjanjikan di Level Dunia

“Kalau melihat hasil memang belum sesuai harapan, tetapi dari sisi performa dan progres, kami melihat ada perkembangan yang cukup baik. Daya saing pemain terlihat, terutama saat menghadapi pemain top dunia,” ungkap Eng Hian dalam keterangan resminya pada Selasa (25/3).

Baca Juga  Bikin Bangga! Ini Deretan Rider Indonesia yang Siap Guncang Balap Dunia 2026

Sepanjang tur tersebut, Indonesia sebenarnya nyaris meraih gelar melalui Alwi Farhan dan Putri Kusuma Wardani yang berhasil menembus babak final Swiss Open 2026. Namun, perjuangan mereka harus terhenti di partai puncak. Alwi kalah dari wakil Jepang, Yushi Tanaka, sementara Putri KW harus mengakui keunggulan Supanida Katethong asal Thailand.

Capaian di All England dan Orleans Masters

Prestasi lain yang patut disorot adalah keberhasilan pasangan ganda putra muda, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, yang mampu melaju hingga babak semifinal di turnamen bergengsi Super 1000 All England 2026. Selain itu, di Orleans Masters, pasangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana serta ganda putri Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum juga sukses mencapai babak empat besar.

Baca Juga  Badai Cedera Hantam MU! Bruno Fernandes Tumbang, Dalot Beri Pesan Mengejutkan

Eng Hian menilai bahwa jarak kualitas antara pemain Indonesia dengan pemain elite dunia kini semakin menipis. Namun, ia tidak menampik adanya evaluasi besar terkait konsistensi atlet di poin-poin kritis.

Pekerjaan Rumah: Konsistensi Atlet

“Yang perlu ditingkatkan adalah konsistensi di momen-momen krusial. Dari situ biasanya menjadi pembeda antara menang dan kalah,” tambahnya. PBSI berkomitmen menjadikan hasil Tur Eropa ini sebagai pijakan penting untuk perbaikan teknis maupun mental guna menghadapi turnamen-turnamen mendatang secara lebih terukur.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com