IHSG Siap Tancap Gas Usai Lebaran! Kabar Mengejutkan dari Trump Jadi Pemicunya
Minggu, 29 Mar 2026 09:18 WIB
Kabarmalam.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan menunjukkan taringnya pada perdagangan Rabu mendatang, tepat setelah libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026. Angin segar ini muncul seiring dengan meredanya ketegangan geopolitik yang sempat memanas di Timur Tengah.
Sinyal Positif dari Penundaan Serangan Trump
Ekonom keuangan sekaligus praktisi pasar modal ternama, Hans Kwee, memproyeksikan IHSG akan bergerak menguat. Salah satu motor penggerak utamanya adalah keputusan mengejutkan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyatakan menunda serangan militer terhadap fasilitas energi dan pembangkit listrik di Iran selama lima hari.
“Meskipun pembukaan IHSG pada hari Rabu mungkin dibayangi oleh potensi tekanan jual sesaat, namun pulihnya pasar keuangan global pasca penundaan serangan Trump memberikan peluang besar bagi IHSG untuk bergerak menguat terbatas,” ungkap Hans Kwee.
Analisis Teknis: Support dan Resistance
Hans Kwee memaparkan bahwa pergerakan indeks akan berada dalam rentang yang terjaga. Ia menetapkan level support di kisaran 7.100 hingga 7.000, sementara level resistance diprediksi akan menguji angka 7.250 sampai 7.349.
Selama periode libur panjang, pasar keuangan global memang sempat mengalami volatilitas yang sangat tinggi. Hal ini dipicu oleh ketidakpastian perang yang melibatkan AS dan Israel melawan Iran, yang membuat para investor cenderung berhati-hati.
Dampak Global dan Ketegangan Selat Hormuz
Sebelumnya, dunia sempat was-was dengan ancaman Trump yang akan menghancurkan fasilitas listrik Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka dalam waktu 48 jam. Iran pun tidak tinggal diam dengan mengancam balik akan menghancurkan infrastruktur energi di kawasan teluk.
Namun, meredanya tensi ini langsung direspons positif oleh pasar internasional. Bursa saham Wall Street di AS dan bursa saham Eropa kompak menghijau pada perdagangan Senin lalu, memberikan sentimen positif yang diharapkan menular ke pasar modal Indonesia saat kembali dibuka nanti.