Gawat! Williams F1 Akui Mobil ‘Kegemukan’, James Vowles Siapkan Rencana Darurat
Minggu, 29 Mar 2026 15:18 WIB
Kabarmalam.com – Tim Formula 1 Williams Racing tengah berada dalam tekanan besar setelah awal musim yang kurang memuaskan. Kepala tim, James Vowles, menyatakan akan memanfaatkan jeda balapan di bulan April 2026 sebagai momen krusial untuk melakukan perombakan besar-besaran agar bisa kembali bersaing di papan tengah.
Masalah Berat Mobil Jadi Kendala Utama
James Vowles secara terang-terangan mengakui bahwa salah satu penyebab utama merosotnya performa Williams adalah bobot mobil yang berlebihan. Hal ini dinilai sangat krusial karena membuat laju jet darat mereka menjadi lebih lambat dibandingkan para pesaingnya.
“Bukan rahasia lagi bahwa mobil kami kelebihan berat. Fokus utama pengembangan selama periode ini adalah memastikan kami bisa mengurangi massa mobil dengan cara yang tepat,” ungkap Vowles. Selain masalah teknis, ia juga mengkritik timnya yang dinilai kurang maksimal dalam menganalisis data secara detail pasca-balapan.
Sainz dan Albon Digembleng Latihan Ekstrem
Untuk mengejar ketertinggalan, Williams menginstruksikan duet pembalap mereka, Carlos Sainz dan Alexander Albon, untuk menjalani latihan intensif di markas tim di Inggris. Keduanya diwajibkan memaksimalkan penggunaan simulator setiap hari. Tidak hanya pembalap, para kru mekanik juga akan digembleng dengan latihan pit stop demi meraih hasil terbaik di seri berikutnya.
- Evaluasi menyeluruh performa awal musim 2026.
- Pengurangan bobot mobil secara signifikan.
- Peningkatan analisis data balapan.
- Latihan simulator harian bagi Sainz dan Albon.
Hingga saat ini, Williams baru mengantongi dua poin yang diraih Carlos Sainz di GP China. Hasil ini sangat kontras dengan musim lalu, di mana mereka berhasil mengamankan 17 poin dari dua seri perdana. Jeda panjang di bulan April sendiri terjadi akibat pembatalan GP Bahrain dan GP Arab Saudi karena situasi konflik di Timur Tengah. Williams kini menatap GP Miami pada awal Mei sebagai titik balik kebangkitan mereka.