Ikuti Kami
kabarmalam.com

Cetak Rider Kelas Dunia, Ternyata Yogyakarta Belum Punya Sirkuit Permanen!

Jurnal | kabarmalam.com
Minggu, 29 Mar 2026 16:18 WIB
Cetak Rider Kelas Dunia, Ternyata Yogyakarta Belum Punya Sirkuit Permanen!

Kabarmalam.com – Mantan pembalap Moto2 ternama Indonesia, Doni Tata Pradita, mengungkapkan fakta miris sekaligus harapan besar bagi dunia balap di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Meski dikenal sebagai rahim bagi pembalap-pembalap kelas dunia, Yogyakarta hingga kini ternyata belum memiliki sirkuit permanen yang memadai untuk mendukung pembinaan para atletnya.

Potensi Besar Tanpa Fasilitas Memadai

Doni Tata menilai potensi besar yang dimiliki Yogyakarta belum sepenuhnya didukung oleh fasilitas latihan yang layak. “Kita bisa melahirkan banyak pembalap, tetapi belum punya sirkuit permanen. Mudah-mudahan ke depan ada fasilitas yang bisa mendukung pembalap di Yogyakarta,” ujar Doni saat memberikan keterangannya.

Ironisnya, sejumlah pembalap asal Jogja baru-baru ini mencatatkan prestasi gemilang di kancah internasional. Nama Veda Ega Pratama menjadi sorotan setelah menjadi pembalap Indonesia pertama yang meraih podium di Grand Prix Moto3 Brasil. Selain itu, ada Aldi Satya Mahendra yang mencetak sejarah dengan meraih podium kedua pada seri pembuka World Supersport 2026 di Phillip Island, Australia.

Baca Juga  Gila! Doni Tata Bongkar Rahasia Mental Baja Veda Ega di Moto3, Pantas Saja Podium!

Berlatih di Parkiran dan Pasar Sapi

Minimnya fasilitas memaksa para pembalap berbakat ini harus kreatif dalam berlatih. Doni mengungkapkan bahwa selama ini mereka sering menggunakan area publik yang tidak diperuntukkan bagi balapan, seperti lapangan parkir Stadion Mandala Krida hingga area Pasar Sapi.

“Kami kadang latihan di tempat parkir. Kalau ada acara atau konser ya tidak bisa dipakai. Jadi memang masih sangat terbatas,” ungkap Doni. Ia juga menambahkan bahwa meski para pembalap seperti Veda dan Aldi kini banyak menimba ilmu di Eropa, mereka tetap kembali berlatih di Yogyakarta saat berada di tanah air meski dengan keterbatasan yang ada.

Harapan untuk Pemerintah Daerah

Sebagai barometer balap motor di Indonesia, Yogyakarta sudah memiliki banyak sekolah balap ternama yang dikelola oleh mantan pembalap profesional. Namun, keberadaan sirkuit permanen dianggap sangat krusial agar pembinaan bisa berjalan maksimal dan lebih aman.

Baca Juga  Gebrakan Veda Ega Pratama di Moto3 Amerika: Start Posisi 4, Siap Ulang Sejarah Podium?

“Jogja ini sebenarnya barometer pembalap Indonesia. Dengan segala keterbatasan saja bisa lahir pembalap internasional. Kalau tiap daerah punya sirkuit, pasti akan lebih banyak lagi pembalap top yang lahir,” pungkasnya. Doni berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian serius agar ke depan lahir lebih banyak talenta hebat yang mengharumkan nama Indonesia di level dunia.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com