Ikuti Kami
kabarmalam.com

Waspada! IHSG Terancam Gejolak Panas AS-Iran, Begini Strategi Cuan Amannya

Jurnal | kabarmalam.com
Sabtu, 28 Mar 2026 19:18 WIB
Waspada! IHSG Terancam Gejolak Panas AS-Iran, Begini Strategi Cuan Amannya

Kabarmalam.com – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bakal mengalami volatilitas tinggi pada perdagangan Kamis ini. Para investor kini tengah menaruh perhatian penuh pada perkembangan upaya gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang masih diliputi ketidakpastian besar.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG sebenarnya sempat menunjukkan penguatan tipis sebesar 11,54 poin atau sekitar 0,16 persen ke posisi 7.313,66. Tak ketinggalan, kelompok saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 juga merangkak naik 0,42 poin ke level 746,87.

Konflik AS-Iran: Antara Harapan dan Realita

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, mengingatkan para pelaku pasar untuk tetap waspada dan disiplin dalam mengambil keputusan investasi. Menurutnya, pasar saat ini sedang terjebak dalam situasi yang sangat fluktuatif.

Baca Juga  Dunia Heboh! Ribuan Turis Spanyol Serbu Kalimantan Tengah, Gubernur Agustiar Sabran Siapkan Rencana Besar

“Pasar berada dalam kondisi ‘hope vs reality’. Setiap headline positif memicu risk-on, tetapi langsung diimbangi denial dari pihak Iran,” ujar Liza dalam kajian resminya di Jakarta.

Amerika Serikat diketahui telah mengajukan proposal damai berisi 15 poin, termasuk poin krusial mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz. Namun, pihak Iran memberikan respons dingin dan menuntut penghentian penuh perang, pencabutan sanksi, hingga kompensasi sebelum pembicaraan lebih lanjut benar-benar dilakukan.

Ancaman Suku Bunga dan Lonjakan Harga Minyak Dunia

Selain tensi geopolitik di Timur Tengah, investor juga mencermati perubahan drastis ekspektasi suku bunga global. Pasar kini mulai pesimis bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada tahun ini, berbanding terbalik dengan ekspektasi dua kali pemangkasan sebelumnya.

Baca Juga  IHSG Pagi Ini Langsung Anjlok Parah! Investor Mulai Panik, Apa Penyebabnya?

Kenaikan harga minyak WTI yang bertahan di level 80-100 dolar AS per barel menjadi pemicu utama sikap hawkish The Fed. Jika tren harga minyak ini terus bertahan, risiko kenaikan suku bunga justru kembali terbuka lebar.

Menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian ini, Kiwoom Research menyarankan investor untuk melakukan strategi Average Up dengan perhitungan matang serta menerapkan money management yang ketat guna meminimalisir risiko kerugian.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com