Kursi Panas Direksi BEI Masih Kosong, OJK Ungkap Fakta Mengejutkan!
Sabtu, 28 Mar 2026 23:18 WIB
Kabarmalam.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan kabar terbaru terkait bursa calon pemimpin pasar modal Indonesia. Hingga saat ini, OJK menegaskan belum menerima satu pun paket calon direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2026-2030.
Batas Akhir Mei 2026
Meski batas akhir pengajuan jatuh pada 4 Mei 2026, antusiasme pasar mulai terasa. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, mempersilakan para pemegang saham untuk segera merumuskan kandidat terbaik mereka sesuai mekanisme pasar yang berlaku.
Rumor Tiga Paket Calon Kuat
Beberapa nama besar santer dikabarkan akan memperebutkan kursi pimpinan bursa tersebut. Nama-nama seperti Jeffrey Hendrik (Pjs. Direktur Utama BEI), Iding Pardi (Direktur Utama KPEI), hingga Laksono Widodo (mantan Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas) disebut-sebut bakal memimpin paket calon mereka masing-masing.
Kriteria Ketat dari OJK
Hasan menjelaskan bahwa penentuan kelayakan perusahaan efek dalam mengajukan calon akan dilihat dari aktivitas transaksi mereka hingga Maret 2026. OJK berharap paket calon yang masuk sudah melalui seleksi internal yang sangat ketat.
- Proporsi nilai transaksi satu tahun terakhir menjadi acuan utama.
- Frekuensi aktivitas perusahaan efek jadi penentu hak pencalonan.
- Pemeriksaan kecakapan dan kelayakan kandidat wajib dilakukan secara menyeluruh.
Setelah dokumen resmi diterima, OJK akan segera membentuk Panitia Seleksi (Pansel) yang dipimpin oleh Deputi Komisioner Bidang Pasar Modal untuk melakukan proses penilaian dan seleksi lanjutan terhadap para kandidat yang diusulkan.