IHSG Hari Ini Merah Membara! Konflik AS-Iran Bikin Bursa Global Ketar-ketir
Sabtu, 28 Mar 2026 09:18 WIB
Kabarmalam.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpaksa mengawali perdagangan Jumat pagi dengan rapor merah. Pelemahan ini terjadi menyusul lesunya bursa saham global akibat ketidakpastian hubungan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kian memanas.
IHSG dan LQ45 Kompak Melemah
IHSG tercatat dibuka merosot 27,72 poin atau sekitar 0,39 persen ke posisi 7.316,37. Tak hanya itu, indeks saham unggulan LQ45 juga mengalami tekanan dengan koreksi sebesar 4,84 poin atau 0,66 persen ke level 726,89. Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, memperkirakan IHSG akan bergerak sideways di rentang level 7.050 hingga 7.250 pada perdagangan hari ini.
Sentimen Global: Trump dan Gejolak Harga Minyak
Kondisi pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang masih ragu untuk menjalin kesepakatan damai dengan Iran. Meskipun ada upaya penangguhan serangan terhadap infrastruktur energi, pasar tetap merasa waswas. Hal ini berdampak langsung pada harga minyak mentah dunia yang kembali menguat, memicu kekhawatiran akan lonjakan inflasi dan perlambatan ekonomi global sebagaimana diperingatkan oleh OECD.
Langkah Pemerintah Jaga Likuiditas dan Rencana WFH
Di tengah tekanan eksternal, pemerintah Indonesia mengambil langkah antisipatif melalui Menteri Keuangan dengan menambah penempatan dana di perbankan sebesar Rp100 triliun. Total dana yang ditempatkan kini mencapai Rp300 triliun guna menjaga likuiditas perbankan nasional di tengah kenaikan yield obligasi. Selain itu, muncul wacana pemberlakuan kebijakan Work From Home (WFH) bagi ASN sebagai upaya taktis pemerintah untuk menghemat konsumsi BBM nasional.
Bursa Global dan Regional Kompak Tumbang
Pelemahan IHSG selaras dengan kondisi di Wall Street dan bursa Eropa yang sebelumnya ditutup memerah. Di Asia, mayoritas indeks seperti Nikkei, Shanghai, dan Hang Seng juga terpantau loyo pada perdagangan pagi ini, menunjukkan kecemasan investor yang meluas di pasar finansial dunia.