Gawat! IHSG Terjun Bebas Hari Ini, Imbas Konflik AS-Iran Kian Memanas
Sabtu, 28 Mar 2026 15:18 WIB
Kabarmalam.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup merosot tajam pada perdagangan Kamis sore. Pelemahan ini mengikuti tren negatif bursa saham di kawasan Asia yang dipicu oleh ketidakpastian negosiasi gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
IHSG Merosot Hampir 2 Persen
IHSG tercatat mengalami penurunan sebesar 138,03 poin atau sekitar 1,89 persen, yang membawa indeks ke posisi 7.164,09. Kondisi serupa juga menimpa kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 yang terkoreksi 1,97 persen ke level 731,73.
Pengamat pasar modal, Elandry Pratama, mengungkapkan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan AS, Iran, dan Israel telah memicu lonjakan harga minyak mentah. Hal ini menimbulkan kekhawatiran baru akan naiknya inflasi global dan potensi penundaan penurunan suku bunga oleh bank sentral.
Investor Pilih Main Aman
Di tengah ketidakpastian ini, para pelaku pasar cenderung bersikap defensif. Aliran dana global mulai bergerak keluar dari pasar negara berkembang (emerging markets), termasuk Indonesia, menuju aset yang dianggap lebih aman (safe haven) seperti dolar AS dan sektor energi.
“Ketidakpastian konflik mendorong pelemahan bursa saham Asia karena adanya risiko gangguan pasokan energi serta potensi eskalasi militer yang lebih luas,” ujar Elandry di Jakarta.
Tekanan dari Dalam Negeri
Selain faktor global, tekanan tambahan bagi pasar modal Indonesia juga datang dari pelemahan nilai tukar Rupiah. Investor asing pun terpantau masih melanjutkan aksi jual besar-besaran, terutama pada saham-saham kategori growth stocks.
Berdasarkan data IDX-IC, hampir seluruh sektor saham berakhir di zona merah. Sektor energi mencatat penurunan terdalam sebesar 2,67 persen, disusul sektor industri dan barang baku. Meski demikian, sektor transportasi dan logistik justru mampu melawan arus dengan penguatan sebesar 2,68 persen.
Data Perdagangan
Sepanjang hari ini, frekuensi perdagangan saham mencapai 1,72 juta kali transaksi dengan total volume 31,14 miliar lembar saham senilai Rp32,34 triliun. Secara keseluruhan, sebanyak 380 saham terpantau melemah, sementara hanya 292 saham yang berhasil menguat, dan 148 lainnya stagnan.