Trump ‘Hukum’ Korea Selatan! Tarif Produk Otomotif hingga Farmasi Resmi Naik 25 Persen
Jumat, 27 Mar 2026 19:18 WIB
Kabarmalam.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan kenaikan tarif impor bagi sejumlah barang asal Korea Selatan (Korsel). Tak tanggung-tanggung, tarif yang semula berada di angka 15 persen kini melonjak drastis menjadi 25 persen sebagai bentuk kekecewaan Washington.
Alasan Trump Naikkan Tarif Secara Mendadak
Langkah tegas ini diambil Trump lantaran dirinya menuding badan legislatif Korea Selatan sengaja mengulur waktu dan belum mengesahkan perjanjian perdagangan bilateral dengan Amerika Serikat. Melalui unggahan di media sosial, Trump menyatakan bahwa pihak Seoul tidak memenuhi kesepakatan yang telah disetujui sebelumnya.
“Mengingat badan legislatif Korsel belum mengesahkan Perjanjian Perdagangan Bersejarah kami, dengan ini saya menaikkan tarif terhadap produk otomotif, kayu, dan farmasi asal Korsel, serta seluruh tarif resiprokal lainnya, dari 15 persen menjadi 25 persen,” tegas Trump dalam pernyataannya.
Daftar Produk yang Kena Imbas
Kenaikan tarif ini diprediksi akan memukul ekonomi Korea Selatan, mengingat produk-produk tersebut merupakan komoditas ekspor unggulan mereka ke Negeri Paman Sam. Berikut adalah sektor utama yang terdampak:
- Industri Otomotif
- Sektor Perkayuan
- Produk Farmasi
- Berbagai komoditas dalam kategori Tarif Resiprokal
Ketegangan Hubungan Dagang AS-Korsel
Padahal, Trump dan Presiden Korsel Lee Jae Myung sebelumnya telah mencapai kesepakatan besar pada Juli 2025 lalu. Dalam perjanjian itu, AS menjanjikan tarif yang lebih rendah yakni 15 persen, asalkan Korsel berkomitmen menginvestasikan dana fantastis sebesar 350 miliar dolar AS (setara Rp5.872 triliun) di Amerika Serikat.
Namun, karena proses ratifikasi di tingkat legislatif Korsel mandek, Trump memutuskan untuk kembali ke ancaman tarif semula yang lebih tinggi. Korea Selatan sendiri merupakan mitra dagang vital bagi AS dengan nilai impor barang mencapai lebih dari 100 miliar dolar AS dalam beberapa tahun terakhir.
Tanggapan Pemerintah Korea Selatan
Menanggapi gertakan terbaru Trump, kantor kepresidenan Korea Selatan mengaku belum menerima pemberitahuan resmi dari Washington. Sebagai langkah antisipasi, Menteri Perdagangan Korea Selatan dikabarkan akan segera terbang ke Amerika Serikat guna melakukan negosiasi ulang demi meredam gejolak ekonomi yang mungkin timbul akibat kebijakan ini.