Ikuti Kami
kabarmalam.com

Waspada! Ekonomi Terancam Krisis Energi, HIPMI Desak Gerakan Hemat Nasional Segera Dimulai

Jurnal | kabarmalam.com
Kamis, 26 Mar 2026 12:11 WIB
Waspada! Ekonomi Terancam Krisis Energi, HIPMI Desak Gerakan Hemat Nasional Segera Dimulai

Kabarmalam.com – Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) secara tegas mendorong dimulainya gerakan nasional hemat energi sebagai langkah krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Seruan ini muncul di tengah bayang-bayang krisis energi global yang semakin hari kian memberikan tekanan besar terhadap kondisi finansial dalam negeri.

Sekretaris Jenderal BPP HIPMI, Anggawira, menjelaskan bahwa gerakan hemat energi bukan sekadar imbauan biasa, melainkan strategi jitu untuk meredam dampak lonjakan harga energi dunia. Jika tidak diantisipasi, lonjakan tersebut berisiko memperlebar defisit subsidi energi, memberikan beban berat pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), hingga memicu kenaikan inflasi yang bisa melumpuhkan daya beli masyarakat luas.

Urgensi Pengelolaan Konsumsi Energi

Menurut Anggawira, situasi geopolitik dan ekonomi global saat ini tidak memberikan ruang bagi Indonesia untuk hanya berpangku tangan pada sisi pasokan energi. Ia menilai, pengelolaan konsumsi energi nasional kini menjadi kunci utama dalam menghadapi ketidakpastian pasar internasional.

Baca Juga  Siap-Siap Borong! BSA Logistics IPO Perdana 2026, Cek Harga dan Jadwalnya di Sini!

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan sisi suplai. Dalam situasi krisis seperti ini, pengelolaan konsumsi energi menjadi faktor penentu. HIPMI mendorong agar gerakan nasional hemat energi segera dijalankan secara terstruktur, masif, dan tentu saja terukur kinerjanya,” tegas Anggawira dalam keterangan resminya di Jakarta.

Ancaman Nilai Tukar dan Harga Minyak Dunia

Data ekonomi menunjukkan bahwa harga minyak dunia berpotensi melampaui asumsi awal yang ditetapkan dalam APBN. Hal ini diperparah dengan tekanan terhadap nilai tukar Rupiah yang sempat menyentuh kisaran Rp17.000 per dolar AS. Kondisi ekstrem ini membuat pengendalian konsumsi energi menjadi langkah mendesak guna menjaga keseimbangan fiskal negara agar tetap sehat dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Baca Juga  Gebrakan Prabowo! Perintahkan Bahlil Kejar Proyek Hilirisasi Rp239 Triliun demi Indonesia Mandiri

HIPMI mengamati bahwa selama ini kampanye untuk menghemat energi masih dilakukan secara setengah hati atau bersifat sporadis. Belum ada integrasi yang kuat antara sektor-sektor strategis nasional. Oleh karena itu, diperlukan transformasi besar-besaran, mengubah imbauan lisan menjadi sebuah gerakan lintas sektor yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat akar rumput secara menyeluruh.

Langkah Strategis yang Diusulkan HIPMI

Gerakan hemat energi yang diusung oleh HIPMI diharapkan mencakup beberapa poin penting berikut ini demi efektivitas program di lapangan:

  • Kampanye publik secara masif untuk merubah pola pikir serta perilaku konsumsi energi harian masyarakat.
  • Pengaturan ketat penggunaan energi di sektor industri besar dan pengelolaan gedung-gedung perkantoran yang lebih hijau.
  • Optimalisasi sektor transportasi publik dan pribadi untuk mengurangi pemborosan bahan bakar fosil.
  • Penerapan standar efisiensi energi yang ketat dan dilakukan secara bertahap namun konsisten.
Baca Juga  Khofifah Wanti-wanti Kepala Daerah! Ada Ancaman Global Mengintai Pangan dan Energi Jatim

Selain langkah-langkah teknis di atas, HIPMI juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengawasan. Penggunaan platform digital untuk memantau konsumsi energi secara real-time dianggap mampu memberikan data akurat guna memastikan program ini berjalan tepat sasaran. Dengan integrasi kebijakan antara sektor industri dan transportasi yang kuat, Indonesia diharapkan mampu melewati badai krisis energi global dengan fondasi ekonomi yang tetap kokoh.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com