Ikuti Kami
kabarmalam.com

Trump Ngamuk! Tarif Impor Produk Korea Selatan Naik 25 Persen, Industri Otomotif Terancam?

Jurnal | kabarmalam.com
Kamis, 26 Mar 2026 22:33 WIB
Trump Ngamuk! Tarif Impor Produk Korea Selatan Naik 25 Persen, Industri Otomotif Terancam?

Kabarmalam.com – Eskalasi ketegangan perdagangan global kembali mencuat setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan kebijakan baru yang sangat drastis terhadap salah satu mitra dagang utamanya di Asia, yaitu Korea Selatan. Trump secara resmi menyatakan akan menaikkan tarif impor dari yang semula 15 persen menjadi 25 persen untuk berbagai produk strategis asal Negeri Ginseng tersebut, sebuah langkah yang diprediksi akan mengguncang pasar internasional.

Alasan Trump Naikkan Tarif Secara Mendadak

Langkah proteksionis ini diambil Trump sebagai bentuk protes keras karena badan legislatif Korea Selatan dianggap sengaja mengulur waktu dan belum mengesahkan perjanjian perdagangan bilateral yang telah disepakati sebelumnya. Melalui pernyataan di media sosialnya pada Senin (26/1), Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan memberikan toleransi jika kesepakatan yang telah dibuat tidak segera diimplementasikan oleh pihak mitra.

Baca Juga  Prancis Juara! Ini 10 Negara Paling Banyak Dikunjungi Turis Dunia Sepanjang 2024

“Mengingat badan legislatif Korea Selatan belum mengesahkan Perjanjian Perdagangan Bersejarah kami, yang merupakan hak prerogatif mereka, dengan ini saya menaikkan TARIF terhadap produk Otomotif, Kayu, dan Farmasi asal Korsel, serta seluruh tarif resiprokal lainnya, dari 15 persen menjadi 25 persen,” tegas Trump. Ia menambahkan bahwa kegagalan legislatif Korea Selatan dalam meratifikasi dokumen tersebut dianggap sebagai bentuk ketidakpatuhan terhadap komitmen yang sudah dibangun bersama Amerika Serikat.

Nasib Investasi 350 Miliar Dolar AS

Padahal, jika merujuk pada sejarah kesepakatannya, Trump mengklaim dirinya dan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, telah mencapai sebuah kesepakatan besar yang saling menguntungkan pada 30 Juli 2025 lalu. Komitmen tersebut bahkan sempat ditegaskan kembali saat kunjungan resmi Trump ke Korea pada 29 Oktober 2025. Berdasarkan draf final perjanjian tersebut, AS seharusnya hanya memberlakukan tarif menyeluruh sebesar 15 persen.

Baca Juga  Trump Klaim Maduro Ditangkap, Spanyol Langsung Bereaksi Keras: Jangan Langgar Hukum!

Sebagai timbal balik dari tarif yang lebih rendah itu, Korea Selatan sebenarnya telah sepakat untuk menginvestasikan dana fantastis senilai 350 miliar dolar AS (sekitar Rp5.872 triliun) di daratan Amerika Serikat. Namun, dengan kenaikan tarif kembali ke angka 25 persen akibat mandeknya proses di parlemen Korsel, masa depan investasi besar-besaran ini kini berada di ujung tanduk.

Sektor yang Paling Terpukul

Kebijakan tarif baru ini dipastikan akan memberikan pukulan telak bagi ekonomi Korea Selatan, mengingat AS adalah pasar ekspor utama mereka. Beberapa sektor yang akan terdampak secara langsung meliputi:

  • Otomotif: Kenaikan harga mobil asal Korea Selatan di pasar Amerika yang dapat menurunkan daya saing terhadap merek lokal.
  • Industri Farmasi: Biaya ekspor obat-obatan dan produk kesehatan akan melonjak signifikan.
  • Produk Kayu: Bahan baku dan produk olahan kayu akan terkena beban tambahan 10 persen lebih tinggi.
Baca Juga  Sejarah Tercipta! Sidharto Reza Suryodipuro Resmi Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Ini Profil Lengkapnya

Korea Selatan merupakan mitra dagang yang sangat krusial bagi Amerika Serikat, dengan nilai impor barang yang melampaui 100 miliar dolar AS setiap tahunnya. Menanggapi situasi yang memanas ini, kantor kepresidenan Korea Selatan menyatakan bahwa pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi dari Washington terkait kenaikan tarif tersebut. Kabarnya, Menteri Perdagangan Korea Selatan akan segera melakukan kunjungan darurat ke AS guna melakukan negosiasi tingkat tinggi demi meredam gejolak ekonomi ini.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com