Tragis! AS Roma Tersingkir dari Piala Italia, Gol Menit Akhir Jadi Mimpi Buruk
Kamis, 26 Mar 2026 18:31 WIB
Kabarmalam.com – Nasib sial menimpa AS Roma dalam gelaran babak 16 besar Piala Italia musim 2025/2026. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Olimpiade Roma pada Rabu dini hari WIB, tim berjuluk Giallorossi ini harus mengakui keunggulan Torino dengan skor tipis 2-3. Kekalahan ini terasa sangat menyakitkan bagi publik Roma karena gol penentu kemenangan lawan tercipta tepat di menit-menit akhir pertandingan saat drama adu penalti sudah di depan mata.
Gasperini Sebut Gol Sepak Pojok Sebagai Pukulan Telak
Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah peluit panjang dibunyikan. Ia secara khusus menyoroti bagaimana timnya kehilangan konsentrasi dalam situasi bola mati yang berujung pada gol kemenangan Torino. Menurut sang pelatih, kebobolan melalui skema sepak pojok tersebut benar-benar menjadi pukulan telak yang meruntuhkan mentalitas bertanding anak asuhnya.
“Dari berbagai peluang yang tercipta setelah itu, terlihat sangat jelas bahwa pertandingan sebenarnya bisa berjalan ke arah mana pun. Kami tentu memiliki peluang besar untuk memenangkannya. Namun, kemudian datang situasi sepak pojok yang menjadi pukulan telak bagi kami. Pada saat itu, kami sejujurnya sudah berpikir bahwa pertandingan akan berlanjut ke babak adu penalti,” ujar Gasperini sebagaimana dikutip dari laman resmi klub AS Roma.
Drama Menit Akhir di Stadion Olimpiade
Pertandingan berlangsung sangat sengit dengan aksi saling balas gol. AS Roma sempat tertinggal namun berhasil menunjukkan daya juang tinggi untuk menyamakan kedudukan dua kali. Gol-gol Roma dicetak oleh Mario Hermoso pada menit ke-46 dan Antonio Arena pada menit ke-81. Di sisi lawan, Che Adams menjadi momok menakutkan dengan memborong dua gol pada menit ke-35 dan 82.
Mimpi buruk Roma akhirnya menjadi kenyataan pada menit ke-90. Pemain Torino, Emirkhan Ilkhan, berhasil memanfaatkan bola muntah yang terlepas dari tangkapan kiper Roma, Mile Svillar. Gol tersebut memastikan langkah Torino ke babak selanjutnya sekaligus menghentikan napas perjuangan Roma di kompetisi musim ini.
Puasa Gelar yang Semakin Panjang
Kekalahan memilukan ini membuat Paulo Dybala dan rekan-rekan setimnya harus tersingkir lebih awal dari ajang Piala Italia. Hasil negatif ini memaksa AS Roma untuk memperpanjang puasa gelar mereka di kompetisi domestik tersebut selama satu tahun lagi. Sebagai catatan sejarah, terakhir kali klub asal ibu kota Italia ini mengangkat trofi Piala Italia adalah pada musim 2007/2008, setelah berhasil menumbangkan Inter Milan dengan skor 2-1 di partai final.
Meski kecewa berat dengan hasil akhirnya, Gasperini tetap mencoba melihat sisi positif dari performa para pemainnya. Ia memuji semangat juang skuat asuhannya, terutama para pemain muda yang tetap terbakar semangatnya meski berada dalam kondisi tertekan. Menurutnya, rotasi pemain yang dilakukan tetap mampu memberikan perlawanan yang seimbang sepanjang laga.