Siasat Niko Kovac Hadapi Badai Cedera Dortmund Jelang Laga Penutup 2025: Siap Pesta di Kandang?
Kamis, 26 Mar 2026 20:31 WIB
Kabarmalam.com – Pelatih Borussia Dortmund, Niko Kovac, tengah mengusung misi besar untuk menutup lembaran tahun 2025 dengan hasil yang gemilang. Menjelang laga krusial melawan Borussia Monchengladbach dalam lanjutan kompetisi Liga Jerman musim 2025/2026, Kovac menegaskan bahwa meraih tiga poin penuh adalah harga mati. Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Signal Iduna Park pada Sabtu dini hari WIB tersebut diprediksi akan menjadi ujian berat sekaligus panggung pembuktian bagi sang juru taktik berkebangsaan Kroasia tersebut.
“Kami ingin memenangkan pertandingan terakhir pada tahun 2025 ini. Itulah target utama kami sebelum memasuki masa jeda. Kami ingin memberikan kado manis bagi para penggemar,” ujar Kovac dalam konferensi pers yang dikutip dari laman resmi klub. Namun, ambisi tersebut bukan tanpa rintangan besar.
Badai Cedera dan Absensi Pemain Pilar Die Borussen
Langkah Die Borussen dipastikan tidak akan mudah karena tim harus menghadapi krisis pemain yang cukup serius. Tercatat ada empat pilar penting yang dipastikan absen dalam laga penutup tahun ini. Ramy Bensebaini harus meninggalkan klub sementara untuk membela timnas Aljazair di ajang Piala Afrika 2025. Sementara itu, talenta muda berbakat Jobe Bellingham terpaksa absen lantaran sedang menjalani sanksi larangan bermain dalam dua pertandingan.
Kondisi ini diperparah dengan situasi di lini pertahanan, di mana Waldemar Anton dan Aaron Anselmino masih harus mendekam di ruang perawatan akibat cedera. Meski skuadnya pincang, Kovac tetap optimis bahwa pemain yang tersedia mampu menjalankan instruksinya dengan baik di lapangan hijau.
Waspadai Kebangkitan Gladbach di Tangan Eugen Polanski
Kovac juga menaruh kewaspadaan tinggi terhadap performa Borussia Monchengladbach sejak ditangani oleh Eugen Polanski. Sejak menggantikan Gerardo Seoane yang dipecat pada September 2025 lalu, Gladbach menjelma menjadi tim yang lebih stabil dan disiplin. Menurut Kovac, lawan mereka kali ini sangat berbahaya dalam skema transisi.
“Eugen telah menstabilkan tim mereka. Dalam beberapa laga terakhir, mereka menunjukkan perkembangan yang sangat bagus. Mereka adalah tim yang sangat sulit untuk ditembus karena bertahan dengan sangat baik, dan mereka selalu menunggu momentum untuk melancarkan serangan balik yang mematikan,” tambah mantan pelatih Bayern Muenchen tersebut.
Magis Signal Iduna Park Jadi Senjata Utama
Satu hal yang membuat Kovac tetap percaya diri adalah faktor dukungan suporter di Signal Iduna Park. Ia meyakini atmosfer luar biasa dari suporter setia Dortmund akan menjadi pemain ke-12 yang memberikan tekanan mental bagi lawan. Apalagi, Dortmund memiliki catatan sejarah yang sangat kuat saat melakoni laga kandang di penghujung tahun.
“Kami membutuhkan stadion ini. Signal Iduna Park punya magis dan energi yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Kami ingin menunggangi momentum dukungan suporter agar bisa tampil habis-habisan,” tegasnya. Diketahui, Dortmund terakhir kali kalah di kandang pada laga penutup tahun adalah pada tahun 2013 silam.
Saat ini, Borussia Dortmund berada di peringkat ketiga klasemen sementara Liga Jerman dengan raihan 29 poin. Mereka memiliki poin yang sama dengan RB Leipzig di posisi kedua, namun kalah dalam produktivitas gol. Kemenangan atas Gladbach sangat krusial agar mereka tetap bisa menempel ketat Bayern Muenchen di puncak klasemen sebelum kompetisi memasuki tahun baru 2026.