Rahasia Harga Beras Tetap Stabil Setelah Lebaran, Ternyata Ini Kuncinya!
Kamis, 26 Mar 2026 10:11 WIB
Kabarmalam.com – Menjaga stabilitas harga pangan pasca-Lebaran 2026 menjadi sorotan utama bagi masyarakat luas, mengingat fluktuasi harga seringkali terjadi setelah masa konsumsi tinggi berakhir. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, memberikan pandangan mendalam mengenai faktor-faktor krusial yang menentukan ketenangan dompet masyarakat di sektor pangan. Menurutnya, ketersediaan stok dan kelancaran distribusi menjadi dua pilar utama yang tidak boleh diabaikan oleh pemerintah.
Stok Beras Melimpah Jadi Fondasi Utama
Esther menilai bahwa stabilitas harga beras saat ini dapat menjadi acuan bagi komoditas pangan lainnya. Keberhasilan ini tidak lepas dari kuatnya cadangan beras pemerintah yang dikelola secara profesional oleh Perum Bulog. Dengan manajemen stok yang baik, lonjakan harga yang biasanya menghantui masyarakat setelah hari raya dapat diredam dengan efektif.
“Bulog mengoptimalkan penyerapan gabah petani saat panen raya dan memperkuat pengawasan kualitas gudang. Tidak heran harga beras normal,” ungkap Esther dalam keterangannya. Tercatat, stok beras yang berada di bawah pengelolaan Perum Bulog mencapai kisaran 3,7 hingga 3,74 juta ton pada awal Maret 2026. Angka ini diprediksi akan terus merangkak naik seiring dengan datangnya musim panen di berbagai sentra produksi beras di Indonesia.
Dengan tambahan hasil panen raya, Bulog memproyeksikan stok nasional akan melonjak ke kisaran 4,5 juta hingga 5 juta ton pada akhir Maret. Kondisi pasokan yang melimpah inilah yang menjadi faktor utama mengapa harga beras relatif lebih tenang dan stabil jika dibandingkan dengan komoditas pangan lainnya yang seringkali mengalami gejolak mendadak.
Waspadai Gangguan Jalur Distribusi
Meskipun stok melimpah, Esther memberikan catatan penting bahwa hal tersebut bukan satu-satunya penentu. Faktor distribusi barang menjadi penentu penting yang bisa mengubah keadaan dalam sekejap. Menurutnya, gangguan sekecil apa pun pada jalur distribusi atau logistik berpotensi besar mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen, meskipun stok di gudang pemerintah masih mencukupi.
“Pemerintah juga perlu menjaga kelancaran distribusi barang dan logistik agar harga tetap stabil,” tegasnya. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang terus menekankan pentingnya keseimbangan antara ketersediaan stok fisik dan kemudahan akses pangan bagi masyarakat, termasuk melalui program beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Daftar Harga Pangan Terkini di Pasar
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pangan Nasional per 25 Maret 2026, harga sejumlah komoditas pokok masih berada dalam rentang yang terkendali. Berikut adalah rinciannya:
- Beras SPHP: Rp12.000 per kilogram
- Beras Medium: Rp12.200 per kilogram
- Beras Premium: Rp14.400 per kilogram
- Bawang Merah: Rp35.000 per kilogram
- Bawang Putih: Rp35.000 per kilogram
Melalui langkah-langkah strategis seperti penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan pengawasan jalur logistik secara ketat, diharapkan stabilitas harga pangan ini dapat terus terjaga dalam jangka menengah. Keseimbangan antara pasokan dan distribusi adalah kunci agar masyarakat tetap bisa menjangkau kebutuhan pokok dengan harga yang wajar tanpa harus terbebani oleh inflasi pangan yang tinggi.