Ngeri! Jembatan ‘Di Atas Awan’ China Senilai Rp700 Miliar Ambruk Total, Ini Penyebabnya
Kamis, 26 Mar 2026 22:13 WIB
Kabarmalam.com – Dunia maya baru-baru ini dihebohkan oleh rekaman video amatir yang memperlihatkan detik-detik dramatis ambruknya Jembatan Hongqi di Provinsi Sichuan, wilayah barat daya China. Jembatan megah yang baru saja beroperasi selama beberapa bulan ini runtuh ke dasar sungai pada Selasa (11/11) sore waktu setempat. Dalam video yang viral di berbagai platform media sosial, terlihat struktur jembatan sepanjang 758 meter itu terputus dan jatuh, menghasilkan suara gemuruh yang memekakkan telinga serta kepulan awan debu tebal dari puing-puing bangunan.
Beruntung, insiden mengerikan ini tidak memakan korban jiwa. Pihak berwenang setempat dilaporkan telah bertindak responsif dengan menutup total akses Jembatan Hongqi untuk semua jenis lalu lintas sejak Senin (10/11) sore, tepat sehari sebelum kejadian. Keputusan evakuasi dan penutupan jalur ini diambil setelah tim pemantau menemukan adanya retakan signifikan pada lereng perbukitan dan permukaan jalan di area sekitar jembatan. Laporan resmi dari otoritas China menyebutkan bahwa kondisi medan pegunungan yang tidak stabil memicu terjadinya tanah longsor besar yang kemudian menghantam dan meruntuhkan struktur jembatan tersebut.
Spesifikasi Megah Jembatan Hongqi yang Menelan Dana Fantastis
Jembatan Hongqi bukanlah infrastruktur biasa. Berdiri di atas ketinggian sekitar 625 meter dari dasar ngarai, jembatan ini memiliki tiang pilar penyangga yang menjulang hingga 172 meter. Proyek raksasa ini dikerjakan oleh Sichuan Road & Bridge Group dengan dukungan penuh dari pemerintah China. Terletak di daerah pegunungan Maerkang (Barkham) di Prefektur Aba, jembatan ini merupakan urat nadi penting bagi Jalan Raya Nasional G317 yang menghubungkan wilayah China bagian tengah dengan dataran tinggi Tibet.
Dikenal luas dengan julukan “Jembatan di Atas Awan”, pembangunan konstruksi ini menelan investasi yang sangat fantastis, yakni mencapai 300 juta yuan atau setara dengan Rp700 miliar rupiah. Pengerjaannya sendiri tergolong sangat ekspres, di mana struktur rumit ini berhasil diselesaikan hanya dalam waktu sekitar 19 bulan sebelum akhirnya dibuka untuk umum pada April tahun ini. Namun sayang, keindahan arsitektur ini kini tinggal kenangan setelah bencana tanah longsor meluluhlantakkannya.
Faktor Geologi dan Ancaman Bendungan Raksasa
Provinsi Sichuan memang dikenal sebagai wilayah yang aktif secara seismik. Kawasan ini memiliki catatan sejarah kelam terkait gempa bumi hebat, termasuk gempa tahun 2008 yang menelan korban jiwa hingga puluhan ribu orang. Namun, selain faktor alamiah, para pakar geologi juga menyoroti lokasi jembatan yang berada di dekat proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Shuangjiangkou, yang memiliki salah satu bendungan tertinggi di dunia.
Para ahli mendesak adanya kajian mendalam mengenai kaitan antara konstruksi masif bendungan dengan stabilitas geologi di sekitarnya. Struktur bendungan yang menampung volume air sangat besar diduga dapat memberikan tekanan tambahan dan menyebabkan peresapan air ke lapisan tanah, yang berpotensi mengubah stabilitas fondasi di wilayah pegunungan tersebut. Hingga saat ini, sebagian struktur jembatan yang tersisa masih dipantau ketat, dan belum ada kepastian kapan akses jalan strategis ini akan dibangun kembali atau dibuka untuk publik.