Khofifah Wanti-wanti Kepala Daerah! Ada Ancaman Global Mengintai Pangan dan Energi Jatim
Kamis, 26 Mar 2026 06:11 WIB
Kabarmalam.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan instruksi tegas kepada seluruh kepala daerah di wilayah Jawa Timur untuk segera menyiapkan strategi terpadu. Hal ini dilakukan guna menghadapi dinamika geopolitik global yang semakin tidak menentu dan berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap berbagai sektor vital di daerah.
Dalam keterangannya di Surabaya, Khofifah menekankan bahwa tantangan global ini bukan sekadar isu di atas kertas, melainkan risiko nyata yang mengancam sektor energi, pangan, hingga distribusi logistik. Ia meminta para bupati dan wali kota untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan antisipasi dini demi menjaga stabilitas ekonomi daerah agar tetap kokoh.
Dampak Nyata Geopolitik Global Terhadap Jawa Timur
“Kita semua harus memahami bahwa dinamika geopolitik global berpotensi memberikan dampak yang sangat luas. Mulai dari urusan energi, ketahanan pangan, hingga kelancaran logistik di Jawa Timur. Ini adalah risiko nyata yang wajib kita antisipasi bersama agar masyarakat tidak terbebani,” ujar Khofifah dengan penuh penekanan.
Menurut Khofifah, kunci utama dalam menghadapi badai ekonomi global adalah penguatan ketahanan daerah dan peningkatan kapasitas adaptasi. Daerah dituntut untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu menangkap setiap peluang yang muncul di tengah ketidakpastian tersebut agar tetap resilien dan mampu bersaing di kancah internasional.
Jawa Timur Sebagai Motor Penggerak Ekonomi Nasional
Pentingnya kesiapan Jawa Timur tidak terlepas dari peran strategisnya sebagai motor penggerak ekonomi nasional. Saat ini, Jawa Timur tercatat memberikan kontribusi luar biasa sebesar 25,29 persen terhadap perekonomian di Pulau Jawa dan menyumbang 14,40 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.
Memasuki tahun 2025, angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur menunjukkan angka yang fantastis, yakni mencapai Rp3.403,17 triliun dengan tingkat pertumbuhan sebesar 5,33 persen. Capaian ini menjadi modal kuat, namun sekaligus menjadi tanggung jawab besar bagi para pemimpin daerah untuk menjaga tren positif tersebut di tengah tekanan global.
Sektor Investasi dan Logistik Jadi Benteng Pertahanan
Selain pertumbuhan ekonomi, sektor investasi di Jawa Timur juga menunjukkan performa yang mengesankan. Dengan kontribusi sebesar 7,5 persen terhadap nasional, Jawa Timur kini kokoh menempati posisi ketiga sebagai daerah dengan iklim investasi terbaik di Indonesia.
Data terbaru pada triwulan IV 2025 menunjukkan bahwa investasi di Jatim tumbuh pesat sebesar 31,6 persen secara kuartalan dan 11,4 persen jika dibandingkan secara tahunan (year-on-year). Hal ini membuktikan bahwa kepercayaan investor terhadap Jawa Timur masih sangat tinggi meski situasi politik dunia sedang bergejolak.
Tak hanya itu, Jawa Timur juga memegang peranan krusial dalam rantai pasok nasional melalui Pelabuhan Tanjung Perak. Pelabuhan ini menjadi jantung distribusi logistik yang melayani 24 dari 41 rute tol laut di Indonesia. Hebatnya lagi, hampir 80 persen kebutuhan logistik di 19 provinsi kawasan Indonesia Timur disuplai langsung dari Jawa Timur.
Dengan segala potensi dan tantangan tersebut, Khofifah berharap sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota semakin diperkuat. Langkah kolaboratif ini dianggap sangat krusial agar Jawa Timur tetap menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia yang tangguh dan tidak mudah goyah oleh dinamika global yang terus berubah.