120 Juta Motor Bakal ‘Disulap’ Jadi Listrik, Intip Rencana Besar Prabowo yang Bikin Dompet Hemat!
Kamis, 26 Mar 2026 14:11 WIB
Kabarmalam.com – Upaya pemerintah dalam mendorong program konversi motor listrik mendapatkan dukungan penuh dari berbagai kalangan ahli ekonomi. Center of Economic and Law Studies (Celios) meyakini bahwa langkah besar ini bukan sekadar soal pelestarian lingkungan hidup, melainkan juga kunci rahasia untuk memacu efisiensi energi nasional sekaligus membangkitkan roda ekonomi lokal yang selama ini mungkin belum tergarap maksimal.
Manfaat Ganda Bagi Pengguna dan Lingkungan
Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, mengungkapkan bahwa peralihan dari motor berbahan bakar fosil (BBM) ke tenaga listrik akan memberikan manfaat ganda yang langsung dirasakan masyarakat. Selain mampu menekan pengeluaran rutin untuk pembelian BBM yang kian mahal, kualitas lingkungan di perkotaan maupun pedesaan diprediksi akan meningkat tajam.
“Selain itu, tingkat kebisingan di jalanan juga akan turun drastis. Hal ini dibarengi dengan penurunan polutan hasil gas buang yang selama ini menjadi masalah kesehatan serius di kota-kota besar,” ujar Bhima. Dengan kata lain, konversi ini bukan hanya soal mesin baru, tapi juga soal gaya hidup yang lebih bersih dan tenang.
Melibatkan Bengkel Desa: Kunci Kebangkitan Ekonomi Lokal
Salah satu poin krusial yang disoroti oleh Celios adalah potensi dampak berganda (multiplier effect) terhadap ekonomi rakyat. Bhima menyarankan agar pemerintah tidak hanya mengandalkan bengkel resmi atau Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM), tetapi juga merangkul bengkel-bengkel kecil di tingkat desa dan kecamatan.
- Memberikan pelatihan (training) khusus bagi mekanik lokal agar mahir melakukan konversi.
- Menyediakan paket komponen konversi yang terstandarisasi dan mudah diakses.
- Mendorong kemandirian ekonomi pelaku usaha kecil di daerah.
Pendekatan semacam ini diketahui telah sukses diterapkan di Prancis. Dengan melibatkan bengkel alternatif, adopsi teknologi ramah lingkungan bisa berjalan jauh lebih cepat karena aksesnya yang dekat dengan pemukiman warga.
Banjir Insentif untuk Pemilik Motor Listrik
Untuk memikat hati masyarakat luas, Bhima menekankan pentingnya pemberian insentif yang konkret dan menggiurkan. Beberapa usulan kebijakan yang bisa diambil pemerintah antara lain:
- Pembebasan opsen atau pajak tambahan bagi motor hasil konversi.
- Penggratisan biaya perpanjangan pelat nomor kendaraan secara periodik.
- Pembebasan biaya balik nama bagi pelaku pasar motor listrik bekas hasil konversi.
Langkah-langkah ini diyakini akan meningkatkan daya tarik masyarakat untuk segera beralih meninggalkan motor konvensional mereka.
Satgas Khusus di Bawah Komando Bahlil Lahadalia
Presiden Prabowo Subianto tampaknya sangat serius dalam menggarap proyek transisi energi ini. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara resmi mengumumkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Transisi Energi yang bertujuan mempercepat proses konversi kendaraan di Indonesia.
Target yang dipasang pun tidak main-main. Dari total sekitar 120 juta unit motor konvensional yang ada di Indonesia saat ini, pemerintah berharap sebagian besar sudah berubah menjadi motor listrik dalam kurun waktu 3 hingga 4 tahun ke depan. “Bapak Presiden memberikan tugas kepada kami untuk menjalankan dan menerjemahkan rencana ini secara cepat dan tepat,” tegas Bahlil usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan.