Ikuti Kami
kabarmalam.com

Waspada! Virus Nipah Mengancam Dunia, Bisa Sebabkan Radang Otak Hingga Kematian Fatal

Jurnal | kabarmalam.com
Rabu, 25 Mar 2026 01:31 WIB
Waspada! Virus Nipah Mengancam Dunia, Bisa Sebabkan Radang Otak Hingga Kematian Fatal

Kabarmalam.com – Dunia kesehatan saat ini kembali diguncang dengan munculnya berbagai penyakit infeksi emerging yang terus meningkat selama dua dekade terakhir. Salah satu yang paling menyedot perhatian global adalah virus Nipah. Berdasarkan laporan terbaru, World Health Organization (WHO) bahkan telah menetapkan virus ini sebagai salah satu dari sembilan penyakit prioritas yang berpotensi memicu epidemi besar di masa depan.

Mengenal Ancaman Mematikan Virus Nipah

Virus Nipah (NiV) merupakan jenis virus RNA yang masuk dalam genus Henipavirus. Penyakit ini bersifat zoonosis, yang artinya dapat menularkan infeksi dari hewan ke manusia. Penularan utamanya terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang telah terinfeksi, seperti kelelawar buah atau babi. Selain itu, mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi oleh air liur, urin, atau kotoran dari hewan pembawa virus juga menjadi jalur penularan yang sangat berbahaya.

Baca Juga  Arus Balik Memuncak Hari Ini! 26 Gardu Tol Cikatama Disiagakan, One Way Berlaku

Tidak hanya dari hewan ke manusia, virus Nipah juga dikonfirmasi dapat menular antarmanusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh pasien yang terinfeksi. Yang membuat virus ini sangat ditakuti adalah tingkat kematiannya yang sangat tinggi. Diperkirakan, angka fatalitas akibat infeksi virus Nipah berkisar antara 40 persen hingga 75 persen, sebuah angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan banyak virus infeksi lainnya.

Gejala yang Mirip Flu Namun Berujung Fatal

Salah satu tantangan terbesar dalam menangani virus Nipah adalah gejalanya yang seringkali menipu karena menyerupai flu biasa pada tahap awal. Penderita biasanya akan mengalami:

  • Demam tinggi dan sakit kepala hebat.
  • Nyeri otot dan mual atau muntah.
  • Sakit tenggorokan serta batuk.
  • Pusing dan gangguan pernapasan ringan.
Baca Juga  Sikat Mafia Bahan Bakar, Polda Riau Bongkar Penyelewengan Bio Solar Subsidi Skala Besar

Namun, jangan dianggap remeh. Seiring berjalannya waktu, kondisi pasien bisa memburuk dengan cepat menjadi pneumonia atau sindrom gangguan pernapasan akut. Pada kasus yang paling parah, virus ini menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan peradangan otak (ensefalitis). Gejala seriusnya meliputi disorientasi, kejang, hingga kondisi koma yang mengancam nyawa.

Sejarah Singkat dan Langkah Pencegahan

Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1998 di Malaysia, di mana ratusan orang terinfeksi dan jutaan ekor babi harus dimusnahkan untuk menghentikan wabah. Sejak saat itu, virus ini muncul secara berkala di Singapura dan Bangladesh. Hingga detik ini, belum ditemukan obat atau vaksin khusus untuk menyembuhkan infeksi virus Nipah.

Baca Juga  Libur Lebaran Membludak! Polda Jabar Catat Lonjakan Kendaraan hingga 30% di Destinasi Wisata

Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah-langkah pencegahan sebagai berikut:

  • Hindari mengonsumsi nira atau aren langsung dari pohon tanpa dimasak.
  • Cuci dan kupas buah-buahan secara menyeluruh sebelum dimakan.
  • Jangan mengonsumsi buah yang terdapat bekas gigitan kelelawar.
  • Pastikan daging ternak dimasak hingga matang sempurna.
  • Terapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan dan menggunakan masker jika merasa tidak enak badan.

Meski hingga saat ini belum ada laporan kasus resmi virus Nipah di Indonesia, pemerintah tetap meminta masyarakat untuk terus waspada dan menjaga kebersihan lingkungan demi mencegah masuknya wabah mematikan ini ke tanah air.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com