Trump Siap Sikat Uranium Iran? Pernyataan Terbarunya Bikin Dunia Tegang!
Selasa, 24 Mar 2026 02:35 WIB
Kabarmalam.com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait Iran. Kali ini, ia secara terang-terangan menyebut bahwa Amerika Serikat akan mengambil uranium yang diperkaya milik Iran jika kesepakatan antara kedua negara berhasil dicapai.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai bagaimana Washington akan mengamankan uranium Iran yang selama ini menjadi sumber ketegangan panjang antara kedua negara. Dengan nada tegas, Trump menyebut langkah itu sebagai sesuatu yang “sangat mudah” untuk dilakukan.
“Jika kita memiliki kesepakatan dengan mereka, kita akan mengambilnya sendiri,” ujar Trump, mempertegas sikapnya terhadap isu nuklir Iran yang selama ini menjadi sorotan global.
Trump juga mengklaim bahwa pembicaraan terbaru antara Amerika Serikat dan Iran berlangsung pada Minggu malam. Namun, klaim ini kembali dibantah oleh pihak Iran yang menegaskan tidak ada dialog yang sedang berlangsung antara kedua negara.
Meski demikian, Trump tetap menunjukkan optimisme tinggi. Ia menyebut bahwa kedua pihak sama-sama memiliki keinginan untuk mencapai kesepakatan. Bahkan, ia mengisyaratkan kemungkinan komunikasi lanjutan yang bisa terjadi dalam waktu dekat, termasuk melalui sambungan telepon.
“Kita akan bertemu hari ini mungkin melalui telepon,” ujarnya sebelum bertolak menuju wilayah selatan Amerika Serikat.
Lebih jauh, Trump juga mengungkapkan bahwa pertemuan langsung antara pejabat Amerika dan Iran hanya tinggal menunggu waktu. Ia menyebut bahwa kedua pihak akan “segera” bertemu secara langsung, meskipun belum ada kepastian jadwal maupun lokasi.
Di sisi lain, situasi tetap memanas. Dalam pernyataannya terkait jeda lima hari serangan terhadap fasilitas energi Iran, Trump memberikan sinyal keras. Ia menyebut bahwa jika proses diplomasi berjalan baik, konflik bisa diselesaikan. Namun, jika tidak, serangan militer akan kembali dilanjutkan tanpa kompromi.
“Kita akan lihat bagaimana hasilnya. Jika berjalan baik, kita akan menyelesaikan masalah ini. Jika tidak, kita akan terus membombardir,” tegasnya.
Pernyataan ini semakin memperlihatkan betapa rapuhnya situasi antara kedua negara. Dunia internasional kini menanti apakah jalur diplomasi benar-benar akan membawa solusi, atau justru memperpanjang ketegangan yang sudah berlangsung lama.
Dikutip dari Anadolu pada laporan terkait, klaim sepihak dan ancaman terbuka menjadi bagian dari dinamika terbaru hubungan AS dan Iran yang terus memanas.