OpenAI Siap Ledakan Besar! Target 8.000 Karyawan untuk Kejar Rival AI
Selasa, 24 Mar 2026 19:40 WIB
Kabarmalam.com — OpenAI dikabarkan tengah menyiapkan ekspansi besar-besaran dengan rencana menggandakan jumlah karyawannya hingga mencapai 8.000 orang pada akhir tahun 2026. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan kecerdasan buatan tersebut semakin agresif dalam memperkuat posisinya di tengah persaingan industri AI yang kian ketat.
Menurut laporan yang dikutip dari Financial Times dan diberitakan kembali oleh Engadget, saat ini OpenAI memiliki sekitar 4.500 karyawan. Jika target tersebut tercapai, maka jumlah tenaga kerja perusahaan akan meningkat hampir dua kali lipat dalam waktu kurang dari dua tahun.
Penambahan karyawan ini tidak hanya difokuskan pada satu bidang saja. OpenAI disebut akan memperkuat berbagai divisi penting, mulai dari pengembangan produk, teknik, riset, hingga penjualan. Selain itu, perusahaan juga akan merekrut tenaga spesialis yang berperan sebagai “duta teknis”, yaitu profesional yang membantu klien bisnis memaksimalkan penggunaan teknologi AI dalam operasional mereka.
Langkah ekspansi ini dinilai sebagai upaya OpenAI untuk meningkatkan daya saing, terutama menghadapi rival utamanya, Anthropic, yang terus menunjukkan pertumbuhan pesat. Bahkan, berdasarkan data dari Indeks AI milik Ramp, perusahaan-perusahaan kini disebut 70 persen lebih cenderung memilih layanan AI dari Anthropic dibandingkan OpenAI saat pertama kali mengadopsi teknologi tersebut.
Di sisi lain, OpenAI juga tengah aktif memperluas kerja sama strategis. Salah satunya adalah kontrak dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang sempat menuai perhatian publik. Selain itu, perusahaan juga dilaporkan sedang menjajaki kerja sama dengan firma ekuitas swasta seperti Brookfield Asset Management untuk mengimplementasikan solusi AI di berbagai portofolio bisnis mereka.
Menariknya, strategi ekspansi OpenAI ini justru berbanding terbalik dengan tren di sejumlah perusahaan teknologi lain yang dalam beberapa tahun terakhir memilih melakukan efisiensi melalui pemutusan hubungan kerja.