Lezatnya Mi Shengzha! Kuliner Tradisional Guangxi yang Bikin Ketagihan
Selasa, 24 Mar 2026 20:46 WIB
Kabarmalam.com — Di tengah kekayaan kuliner China yang begitu beragam, mi beras Shengzha muncul sebagai salah satu hidangan tradisional yang tak hanya menggugah selera, tetapi juga sarat nilai budaya. Berasal dari wilayah Guangxi, mi ini telah menjadi favorit masyarakat lokal sekaligus daya tarik bagi wisatawan yang ingin mencicipi cita rasa autentik khas daerah tersebut.
Keistimewaan mi Shengzha tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada proses pembuatannya yang panjang dan penuh ketelitian. Bahkan, teknik pembuatan mi ini telah diakui sebagai warisan budaya takbenda tingkat regional di Guangxi, menandakan pentingnya peran kuliner ini dalam identitas budaya setempat.
Mi Shengzha dibuat dari bahan-bahan alami dengan tahapan produksi yang tidak sederhana. Prosesnya dimulai dari pemilihan beras berkualitas, kemudian dilanjutkan dengan fermentasi yang memerlukan waktu khusus. Setelah itu, beras digiling hingga menjadi pasta, diperas untuk mengurangi kadar air, lalu dikukus dan diuleni hingga membentuk adonan yang sempurna.
Tahap paling krusial dalam pembuatan mi ini adalah saat adonan dicetak langsung ke dalam air mendidih. Dari proses tersebut, terbentuk untaian mi yang lembut dan segar. Setelah matang, mi segera diangkat dan disajikan dengan berbagai bumbu khas yang memberikan cita rasa unik—ringan, segar, namun tetap kaya rasa.
Popularitas mi Shengzha juga terlihat dalam berbagai kegiatan budaya, seperti kompetisi kerajinan warisan budaya takbenda di wilayah Guangxi. Dalam ajang tersebut, masyarakat tidak hanya menunjukkan keahlian membuat mi, tetapi juga menggelar lomba makan mi hingga sesi mencicipi untuk anak-anak, menjadikannya sebagai perayaan kuliner sekaligus tradisi.
Kehadiran mi Shengzha menjadi bukti bahwa makanan bukan sekadar kebutuhan, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang hidup dan terus dijaga. Bagi para pecinta kuliner, mencicipi mi ini bukan hanya soal rasa, melainkan juga pengalaman menyelami tradisi yang telah diwariskan turun-temurun.