Jangan Asal Panaskan! Ini Cara Aman Olahan Santan Sisa Lebaran Biar Tetap Sehat
Selasa, 24 Mar 2026 20:52 WIB
Kabarmalam.com — Sisa makanan Lebaran seperti opor ayam atau rendang memang sayang jika dibuang. Namun, cara menyimpan dan memanaskannya kembali tidak boleh sembarangan. Jika salah langkah, makanan justru bisa berisiko bagi kesehatan.
Menurut dietisien Yesi Herawati dari Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin Bandung, masakan bersantan masih aman dikonsumsi hingga hari ketiga Lebaran, asalkan disimpan dengan benar dan dipanaskan menggunakan metode yang tepat.
Ia menekankan pentingnya memastikan panas merata hingga ke bagian dalam makanan, bukan hanya di permukaan. Untuk keamanan, makanan sebaiknya dipanaskan hingga suhu minimal 70 derajat Celsius selama dua menit, atau 75 derajat Celsius selama 30 detik, bahkan bisa mencapai 80 derajat Celsius selama beberapa detik.
Untuk makanan berkuah seperti opor, cara terbaik adalah merebusnya kembali hingga mendidih. Sementara itu, makanan tanpa kuah bisa dipanaskan dengan cara ditumis, dikukus, atau menggunakan alat seperti oven, microwave, maupun air fryer.
Namun, Yesi mengingatkan agar tidak terlalu sering memanaskan makanan yang sama. Selain dapat merusak tekstur dan mengurangi nilai gizi, pemanasan berulang juga berpotensi menghasilkan zat berbahaya seperti radikal bebas dan lemak trans.
“Jika dipanaskan berulang kali, makanan bersantan bisa meningkatkan risiko kesehatan, bahkan memicu keracunan makanan jika tidak dipanaskan dengan suhu dan durasi yang tepat,” jelasnya.
Hal ini berkaitan dengan pertumbuhan bakteri yang sangat cepat pada suhu antara 4 hingga 60 derajat Celsius. Jika makanan tidak dipanaskan secara optimal, bakteri tersebut bisa tetap hidup dan membahayakan tubuh.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar makanan yang mengandung sayuran hijau tidak dipanaskan berulang. Kandungan nitrat dalam sayuran bisa berubah menjadi zat karsinogenik yang berisiko memicu kanker jika diproses berulang kali.
Untuk penyimpanan, disarankan membagi makanan dalam porsi kecil dan menyimpannya di wadah tertutup rapat di dalam kulkas. Makanan dapat bertahan 3–4 hari di chiller, atau hingga 3–4 bulan jika dibekukan di freezer.
Meski begitu, kualitas makanan seperti rasa dan kelembapan bisa menurun jika disimpan terlalu lama. Oleh karena itu, penting untuk mengelola sisa makanan dengan bijak agar tetap aman dan layak konsumsi.