Gebrakan Prabowo! Perintahkan Bahlil Kejar Proyek Hilirisasi Rp239 Triliun demi Indonesia Mandiri
Selasa, 24 Mar 2026 23:31 WIB
Kabarmalam.com – Langkah besar diambil Presiden Prabowo Subianto dalam upaya memperkuat ekonomi nasional melalui sektor sumber daya alam. Dalam pertemuan terbaru di kediamannya di Hambalang, Presiden memberikan mandat khusus kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, untuk menjaga kekayaan alam Indonesia sebagai aset strategis yang tidak boleh lagi dieksploitasi tanpa memberikan keuntungan maksimal bagi rakyat.
Bahlil mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo sangat menekankan pentingnya kedaulatan sumber daya alam (SDA). “Bapak Presiden memerintahkan saya untuk memprioritaskan kepentingan negara di atas segalanya. Kita harus menjaga aset bangsa ini dan mencari sumber pendapatan baru di sektor mineral yang selama ini mungkin belum dirasakan keadilannya bagi negara,” tegas Bahlil usai rapat terbatas di Bogor tersebut.
Fokus Hilirisasi dan Investasi Jumbo Rp239 Triliun
Salah satu poin utama dalam pembicaraan tersebut adalah percepatan program hilirisasi. Menurut Bahlil, pemerintah kini tengah memantau 20 proyek hilirisasi tahap pertama yang sebagian besar sudah mulai dilakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking. Menariknya, pemerintah berencana menambah 13 item komoditas hilirisasi baru dengan nilai investasi fantastis mencapai Rp239 triliun.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa Indonesia tidak lagi sekadar mengekspor bahan mentah, melainkan produk bernilai tambah yang mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan devisa negara secara signifikan. “Finalisasi untuk 13 item tambahan ini akan segera kami bahas. Targetnya adalah menciptakan struktur ekonomi yang lebih kokoh, mandiri, dan tentunya berdaya saing global,” tambah Bahlil dalam pernyataan resminya.
Menuju Swasembada Energi: Etanol dan Biodiesel Jadi Kunci
Selain fokus pada mineral, Presiden Prabowo juga memberikan arahan tegas untuk mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT). Prabowo menginginkan Indonesia segera mencapai swasembada energi guna menghadapi dinamika global yang semakin tidak menentu. Optimalisasi potensi domestik seperti etanol dan biodiesel yang berbasis Crude Palm Oil (CPO) menjadi prioritas utama dalam agenda besar ini.
Pemerintah menyadari bahwa ketergantungan pada energi fosil impor harus segera dikurangi agar kedaulatan nasional tetap terjaga. Dengan memacu produksi energi hijau dalam negeri, Indonesia diharapkan mampu menjadi pemain utama dalam pasar energi dunia sekaligus menjaga ketahanan energi nasional bagi generasi mendatang.
Nasib Harga Batu Bara dan Nikel di Pasar Global
Terkait fluktuasi harga komoditas global, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah tetap memantau pergerakan harga batu bara dan nikel secara ketat setiap harinya. Hingga saat ini, belum ada perubahan kebijakan mendasar terkait pengelolaan kedua komoditas unggulan tersebut. Namun, pemerintah tetap membuka peluang untuk melakukan relaksasi produksi yang terukur jika kondisi pasar memungkinkan.
“Kita semua mendoakan agar harga batu bara dan nikel tetap stabil dan bagus. Jika kondisi pasar terus membaik, kita akan mempertimbangkan relaksasi yang terukur dengan tetap memperhatikan keseimbangan antara supply dan demand. Koordinasi dengan pasar tetap menjadi hal yang paling penting bagi kami,” tutup Bahlil menjelaskan.
Dengan arah kebijakan yang terintegrasi mulai dari hilirisasi hingga kedaulatan energi, pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo optimistis ekonomi Indonesia akan semakin mandiri dan tidak mudah goyah oleh tekanan internasional.