Konflik Memanas! Israel Perintahkan Hancurkan Rumah Warga dan Jembatan di Lebanon
Senin, 23 Mar 2026 05:54 WIB
KABARMALAM.COM — Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel mengeluarkan perintah keras kepada militernya untuk mempercepat penghancuran rumah-rumah warga di wilayah perbatasan Lebanon.
Langkah tersebut disebut sebagai upaya menetralkan ancaman terhadap komunitas Israel, dengan mengacu pada strategi serupa yang sebelumnya diterapkan di Beit Hanoun dan Rafah, Jalur Gaza.
Tak hanya itu, Kepala Pertahanan Israel Katz juga menginstruksikan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) untuk menghancurkan seluruh jembatan yang melintasi Sungai Litani di Lebanon. Jembatan-jembatan tersebut disebut digunakan oleh kelompok Hizbullah untuk memindahkan pejuang dan persenjataan.
“Kami telah menginstruksikan IDF untuk segera menghancurkan semua jembatan di atas Sungai Litani guna mencegah pergerakan pejuang dan senjata Hizbullah ke arah selatan,” ujar Katz.
Sebelumnya, militer Israel telah lebih dulu melancarkan serangan terhadap dua titik penyeberangan di Sungai Litani yang menghubungkan wilayah Lebanon selatan dengan daerah lainnya. Serangan ini diklaim sebagai bagian dari upaya memutus jalur distribusi senjata.
Situasi semakin memanas setelah Hizbullah kembali mengaktifkan operasi militernya terhadap Israel pada awal Maret. Kondisi ini memicu respons keras dari Israel yang melancarkan serangan intensif ke berbagai wilayah, termasuk pinggiran selatan Beirut serta sejumlah kota dan desa di Lebanon bagian selatan dan timur.
Dampak konflik ini pun sangat besar. Berdasarkan data resmi, sedikitnya 826 orang dilaporkan tewas, lebih dari 2.000 orang mengalami luka-luka, dan lebih dari 800.000 warga terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi.
Eskalasi konflik ini memperlihatkan situasi keamanan yang semakin tidak stabil di kawasan, dengan risiko kemanusiaan yang terus meningkat. Serangan terhadap infrastruktur seperti jembatan juga berpotensi memperburuk kondisi warga sipil yang terdampak, terutama dalam akses logistik dan evakuasi.
Dengan intensitas konflik yang terus meningkat, dunia internasional kini kembali menyoroti kawasan tersebut, khawatir akan dampak yang lebih luas jika eskalasi tidak segera mereda.