Gugur Saat Jaga Mudik, Brigadir Fajar Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari Kapolri
Senin, 23 Mar 2026 14:16 WIB
Kabarmalam.com – Jakarta — Pengorbanan seorang anggota polisi muda di tengah padatnya arus mudik Lebaran 2026 berbuah penghormatan tertinggi. Kapolri Listyo Sigit Prabowo memastikan akan memberikan kenaikan pangkat luar biasa anumerta kepada Brigadir Fajar Permana, yang gugur usai menjalankan tugas pengamanan.
Keputusan itu diambil sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi almarhum dalam melayani masyarakat. “Untuk menghargai jasa-jasa almarhum, kami minta untuk dinaikkan pangkat KPLB (kenaikan pangkat luar biasa) anumerta,” ujar Sigit di Jakarta, Senin.
Dalam suasana duka, Kapolri juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia mendoakan agar Brigadir Fajar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan, serta keluarga diberi kekuatan menghadapi kehilangan tersebut.
Brigadir Fajar Permana, anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, diketahui gugur setelah bertugas mengamankan kelancaran arus mudik. Ia menjadi bagian dari ribuan personel yang diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2026—operasi besar tahunan untuk memastikan perjalanan jutaan pemudik berlangsung aman.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto mengungkapkan, almarhum diduga mengalami kelelahan fisik ekstrem atau exhaustion, disertai gangguan pernapasan. Kondisi itu terjadi setelah menjalani tugas panjang tanpa henti di lapangan.
“Almarhum berjaga di titik-titik pelayanan masyarakat tanpa kenal lelah. Dedikasinya mencerminkan semangat pengabdian insan Bhayangkara yang mengutamakan kepentingan masyarakat di atas segalanya,” ujar Budi.
Kepergian Brigadir Fajar menjadi kehilangan besar bagi institusi Polri. Sosoknya dikenal sebagai anggota muda yang berdedikasi tinggi, rela mengorbankan waktu dan tenaga demi memastikan para pemudik bisa pulang ke kampung halaman dengan selamat.
Polda Metro Jaya memastikan akan memberikan penghormatan terakhir secara layak, sekaligus memenuhi seluruh hak almarhum, termasuk santunan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Di sisi lain, peristiwa ini juga menjadi alarm serius bagi institusi kepolisian. Evaluasi terhadap kondisi kesehatan personel kini menjadi perhatian utama, terutama di tengah tingginya intensitas tugas selama masa mudik dan arus balik.
Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri telah menginstruksikan jajaran Bidang Kedokteran dan Kesehatan untuk lebih aktif melakukan pemeriksaan kesehatan rutin di lapangan. Langkah ini diambil guna mencegah kejadian serupa terulang.
“Ini menjadi perhatian serius pimpinan. Kami ingin memastikan seluruh anggota tetap dalam kondisi prima saat bertugas,” kata Budi.
Di balik hiruk-pikuk arus mudik, kisah Brigadir Fajar menjadi pengingat sunyi: bahwa kelancaran perjalanan jutaan orang sering kali dibayar dengan pengorbanan yang tak terlihat—bahkan hingga nyawa.