Ikuti Kami
kabarmalam.com

Gejolak Militer AS: Prajurit Dilaporkan Menolak Perang Iran, “Kami Bukan Pion Politik”

Jurnal | kabarmalam.com
Senin, 23 Mar 2026 14:40 WIB
Gejolak di Tubuh Militer AS Prajurit Dilaporkan Menolak Perang Iran, “Kami Bukan Pion Politik”

Kabarmalam.com – Moskow — Di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah, laporan terbaru mengungkap gejolak yang tak terlihat di dalam tubuh militer Amerika Serikat. Sejumlah personel disebut mengalami tekanan psikologis berat hingga mempertanyakan keterlibatan mereka dalam operasi militer terhadap Iran.

Laporan yang dipublikasikan oleh HuffPost menyebutkan adanya kekecewaan mendalam di kalangan prajurit, termasuk dari pasukan aktif maupun cadangan. Mereka mengeluhkan kondisi mental yang memburuk, rasa rentan di medan konflik, hingga frustrasi terhadap arah kebijakan militer.

“Saya mendengar langsung dari anggota militer yang mengatakan, ‘Kami tidak ingin mati untuk Israel — kami tidak ingin menjadi pion politik,’” ungkap seorang pasukan cadangan dalam laporan tersebut.

Pernyataan itu mencerminkan meningkatnya ketidakpuasan terhadap operasi militer yang melibatkan Israel. Beberapa personel bahkan disebut mulai mempertimbangkan untuk meninggalkan karier militer akibat tekanan yang mereka alami.

Baca Juga  Trump Bicara “Perubahan Rezim” Iran, Tapi Fakta di Lapangan Justru Bikin Bingung!

Laporan tersebut juga menyoroti persoalan mendasar yang memicu penurunan moral, yakni absennya narasi yang jelas dan konsisten dari pemerintah terkait tujuan konflik. Bagi sebagian prajurit, ketidakjelasan ini memperkuat persepsi bahwa mereka hanya menjadi bagian dari agenda politik yang lebih besar.

Kondisi ini dinilai berpotensi memengaruhi efektivitas operasi militer. Menurunnya moral pasukan dapat menjadi faktor krusial yang melemahkan keberhasilan kampanye di lapangan, terutama dalam konflik berkepanjangan yang kompleks.

Sementara itu, perkembangan situasi semakin memanas. CBS News sebelumnya melaporkan bahwa Pentagon telah menyiapkan rencana detail untuk kemungkinan pengerahan pasukan darat ke Iran. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari opsi strategis yang disiapkan pemerintah Donald Trump dalam menghadapi eskalasi konflik.

Baca Juga  Menembus Perut Bumi! Inilah 5 Terowongan Kereta Api Terpanjang di Dunia yang Bikin Takjub

Sejak akhir Februari, ketegangan meningkat setelah serangan militer dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran. Serangan tersebut kemudian dibalas oleh Iran dengan menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.

Di balik dentuman senjata dan manuver geopolitik, suara-suara dari dalam militer ini menghadirkan dimensi lain dari konflik—bahwa perang tidak hanya terjadi di garis depan, tetapi juga di dalam batin mereka yang menjalankannya.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com