Di Tengah Ketegangan Timur Tengah, Ribuan WNI di UEA Tetap Rayakan Lebaran dengan Khidmat
Senin, 23 Mar 2026 14:26 WIB
Kabarmalam.com – Abu Dhabi — Di tengah bayang-bayang ketegangan kawasan yang belum sepenuhnya mereda, ratusan warga negara Indonesia (WNI) di Uni Emirat Arab tetap merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah dengan penuh kekhusyukan. Suasana haru dan kebersamaan terasa kuat saat mereka berkumpul di Masjid Joko Widodo untuk menunaikan shalat Id.
Sekitar 1.500 jamaah menghadiri pelaksanaan shalat Idul Fitri yang turut dihadiri Duta Besar RI untuk UEA, Judha Nugraha, beserta jajaran KBRI Abu Dhabi. Momen tersebut menjadi simbol keteguhan diaspora Indonesia dalam menjaga tradisi dan nilai keagamaan, meski berada jauh dari tanah air.
Namun, perayaan tahun ini berlangsung berbeda. Demi mengantisipasi situasi keamanan regional, pelaksanaan shalat difokuskan di dalam masjid dan tidak dilakukan di area terbuka seperti tahun-tahun sebelumnya.
Dalam khutbah Idul Fitri, khatib menekankan pentingnya ketakwaan, keharmonisan keluarga, serta persatuan sosial. Pesan tersebut terasa semakin relevan di tengah dinamika kawasan yang menuntut kewaspadaan dan solidaritas.
Usai shalat, suasana hangat langsung terasa. Para jamaah saling bersalaman, bertukar ucapan selamat, dan menjalin silaturahmi. Banyak di antara mereka memanfaatkan momen tersebut untuk bertemu langsung dengan Dubes Judha dan keluarga besar KBRI, menciptakan nuansa Lebaran yang akrab meski jauh dari kampung halaman.
Meski demikian, KBRI Abu Dhabi memutuskan untuk tidak menggelar acara halal bihalal tahun ini. Keputusan tersebut diambil mengikuti arahan otoritas setempat serta mempertimbangkan aspek keselamatan seluruh WNI di wilayah tersebut.
Di balik suasana khidmat, kewaspadaan tetap menjadi prioritas. KBRI terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan situasi keamanan, serta menjalin koordinasi erat dengan otoritas setempat dan KJRI Dubai.
Pihak KBRI juga mengimbau WNI untuk tetap tenang, menjaga kerukunan, dan mematuhi seluruh instruksi yang berlaku. Termasuk di antaranya larangan mengambil atau menyebarkan foto maupun video terkait insiden keamanan, yang berpotensi menimbulkan kepanikan.
Di tengah keterbatasan dan kewaspadaan, perayaan Idul Fitri di Abu Dhabi tahun ini menjadi cerminan keteguhan hati diaspora Indonesia—bahwa di mana pun berada, nilai kebersamaan dan spiritualitas tetap menjadi pengikat yang tak tergoyahkan.