Bangkit dari Bencana! Wisata Danau Singkarak Diserbu Pengunjung Saat Lebaran
Senin, 23 Mar 2026 05:50 WIB
KABARMALAM.COM — Destinasi wisata Danau Singkarak di Nagari Padang Laweh Malalo, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali menggeliat. Setelah sempat terdampak bencana, kawasan ini kini mencatat lonjakan kunjungan signifikan selama libur Lebaran 2026.
General Manager Eco Park Syariah Tan Kayo, Fatur Rahman, mengungkapkan jumlah wisatawan yang datang diperkirakan mencapai 800 orang per hari. Angka ini melonjak tajam dibandingkan awal tahun, di mana kunjungan bulanan hanya berkisar 500 orang.
Lonjakan ini tak lepas dari berbagai pembenahan yang dilakukan menjelang Lebaran. Mulai dari perbaikan fasilitas, pengecatan ulang bangunan, hingga penambahan sarana seperti payung tenda untuk kenyamanan wisatawan.
“Alhamdulillah, untuk Lebaran kali ini hingga 2–3 April sudah penuh booking,” ujar Fatur.
Sebanyak 15 unit penginapan atau cottage yang tersedia di kawasan wisata tersebut bahkan telah terisi penuh. Pengunjung yang memesan datang dari berbagai daerah di luar Sumatera Barat, seperti Pekanbaru, Medan, Jambi, Bengkulu, Palembang, hingga Jakarta.
Untuk tarif, penginapan menawarkan dua tipe kamar, yakni superior dengan harga mulai Rp750 ribu dan deluxe mulai Rp850 ribu per malam. Sementara tiket masuk kawasan wisata tetap terjangkau, yakni Rp15 ribu untuk dewasa dan Rp5 ribu bagi anak-anak di bawah 12 tahun.
Meski begitu, jumlah kunjungan tahun ini masih lebih rendah dibandingkan Lebaran sebelumnya yang sempat mencapai 1.500 pengunjung per hari. Namun, tren pemulihan ini menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata setempat.
Mayoritas pengunjung berasal dari dalam provinsi Sumatera Barat, terutama warga yang tengah mudik atau pulang kampung. Mereka memanfaatkan momen Lebaran untuk bersantai bersama keluarga, menikmati panorama danau, serta mencicipi kuliner khas daerah.
Fatur juga mengungkapkan bahwa kawasan tersebut sempat terisolasi selama 10 hari akibat bencana banjir bandang. Bahkan, lokasi wisata sempat difungsikan sebagai tempat penampungan bagi para penyintas.
Kerusakan infrastruktur sempat terjadi, termasuk putusnya jembatan di sekitar lokasi. Namun kini, jembatan armco telah dibangun sehingga akses menuju kawasan wisata kembali normal.
Berdasarkan data pemerintah daerah, bencana tersebut menyebabkan kerusakan ratusan bangunan dengan total kerugian mencapai puluhan miliar rupiah di wilayah Malalo.
Kini, bangkitnya kembali aktivitas wisata di Danau Singkarak menjadi simbol pemulihan sekaligus harapan baru bagi masyarakat setempat. Di tengah keterpurukan pascabencana, geliat wisata kembali menghidupkan ekonomi dan optimisme warga.