Sering Ngantuk Setelah Makan Opor dan Rendang? Ini Penjelasan Dokter Gizi
Minggu, 22 Mar 2026 04:23 WIB
Foto: Ilustrasi masakan opor.
Jakarta — Momen Lebaran identik dengan sajian khas yang menggugah selera, seperti opor ayam, rendang, hingga lontong sayur. Namun, di balik kelezatannya, banyak orang mengeluhkan rasa kantuk berlebih setelah menyantap hidangan tersebut.
Awalnya mungkin hanya berniat mencicipi sedikit. Namun tanpa disadari, porsi makan sering kali bertambah. Tak lama setelah itu, tubuh terasa berat, mengantuk, dan keinginan untuk beraktivitas pun menurun.
Dokter spesialis gizi klinik, Raissa E Djuanda, menjelaskan bahwa kondisi ini berkaitan erat dengan kandungan lemak dan kalori yang tinggi dalam makanan khas Lebaran.
Menurutnya, makanan seperti opor dan rendang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh tubuh. Proses pencernaan ini membuat aliran darah lebih banyak terfokus ke sistem pencernaan, sehingga suplai ke otak berkurang.
“Akibatnya, tubuh memproduksi hormon kenyang yang lebih tinggi, sehingga muncul rasa kantuk, lemas, dan malas bergerak. Kondisi ini sering disebut sebagai food coma,” jelasnya.
Selain itu, konsumsi makanan dalam jumlah besar sekaligus juga memperparah kondisi tersebut. Tubuh dipaksa bekerja lebih keras untuk memproses asupan yang tinggi lemak, sehingga energi lebih banyak terserap untuk pencernaan.
Untuk menghindari rasa kantuk berlebih setelah makan, dr. Raissa menyarankan agar masyarakat mengatur pola konsumsi dengan lebih bijak. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan dalam porsi kecil namun lebih sering.
Ia juga mengingatkan agar tidak “balas dendam” saat makan setelah menjalani puasa, karena hal tersebut justru dapat memicu ketidaknyamanan pada tubuh.
Dengan pengaturan pola makan yang tepat, masyarakat tetap bisa menikmati hidangan Lebaran tanpa harus terganggu rasa lelah dan kantuk berlebihan.