Film Sci-Fi Lokal Ini Bikin Merinding! ‘Pelangi di Mars’ Angkat Kisah Heroik Selamatkan Bumi
Minggu, 22 Mar 2026 22:52 WIB
Jakarta, Kabarmalam.com — Film animasi fiksi ilmiah berjudul Pelangi di Mars hadir membawa cerita epik tentang perjuangan menyelamatkan umat manusia. Digarap oleh rumah produksi Mahakarya Pictures dan disutradarai oleh Upie Guava, film ini digadang-gadang menjadi tonggak baru perfilman nasional.
Mengambil latar masa depan, tepatnya tahun 2082, film ini menggambarkan kondisi Bumi yang mengalami krisis air parah hingga tidak lagi layak dihuni. Dalam situasi genting tersebut, seorang astronot perempuan Indonesia bernama Pratiwi (diperankan oleh Lutesha) ditugaskan ke Mars untuk mencari mineral langka bernama zeolite omega yang diyakini mampu memurnikan air di Bumi.
Namun, misi tersebut berubah menjadi penuh tantangan. Pratiwi harus bertahan di lingkungan Mars yang ekstrem, bahkan menghadapi kondisi tak terduga hingga akhirnya melahirkan anak pertama di planet tersebut, Pelangi. Kisah kemudian berlanjut ke masa depan, ketika Pelangi tumbuh dan melanjutkan perjuangan ibunya di tengah berbagai ancaman.
Film ini tidak hanya menawarkan cerita menyentuh, tetapi juga teknologi produksi canggih. Proses pembuatannya memakan waktu hingga lima tahun dengan memanfaatkan teknologi Extended Reality (XR) serta Unreal Engine, yang biasa digunakan dalam industri film modern dan video game. Lebih dari 200 tenaga kreatif Indonesia terlibat dalam proyek ambisius ini.
Selain itu, proses syuting film ini tergolong unik karena mengandalkan motion capture dan imajinasi tinggi dari para aktor untuk menghidupkan karakter robot dan dunia Mars yang futuristik.
Melalui “Pelangi di Mars”, para pembuat film ingin menghadirkan tontonan keluarga yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi, terutama dalam hal sains, teknologi, dan pentingnya menjaga keberlanjutan Bumi. Film ini pun diharapkan menjadi langkah besar bagi industri film Indonesia menuju standar produksi yang lebih maju.